Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran dan Oman Sepakati Kelola Selat Hormuz Bersama, Bagaimana dengan AS?
Advertisement . Scroll to see content

Murka! Trump Ancam Penjarakan Pihak yang Bocorkan Stok Rudal AS

Kamis, 06 Agustus 2026 - 17:34:00 WIB
Murka! Trump Ancam Penjarakan Pihak yang Bocorkan Stok Rudal AS
Donald Trump murka setelah muncul laporan yang menyebut persediaan rudal negaranya menipis akibat perang melawan Iran (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

Sebelumnya, surat kabar The Washington Post mengutip sejumlah pejabat AS yang menyebut Trump meminta penjelasan kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengenai stok rudal yang semakin menipis. Permintaan itu disebut disampaikan dalam rapat kabinet di Camp David pada awal pekan ini.

Namun, laporan tersebut langsung dibantah Gedung Putih. Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut pemberitaan itu tidak benar dan menegaskan informasi mengenai menipisnya persediaan rudal AS keliru.

Di sisi lain, pada 24 Juni lalu Gedung Putih telah mendesak Kongres untuk menyetujui tambahan anggaran sebesar 87,6 miliar dolar AS. Dari jumlah tersebut, sekitar 67,15 miliar dolar dialokasikan untuk Pentagon, dengan sebagian besar anggaran digunakan membiayai perang melawan Iran.

Meski demikian, lembaga think tank Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) sebelumnya memperkirakan militer AS telah menghabiskan lebih dari 1.500 rudal sistem pertahanan udara Patriot dan sekitar 200 rudal pencegat untuk sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD). Kondisi itu dinilai memicu kekurangan rudal yang cukup signifikan.

CSIS juga menyebut sekitar 80 persen stok rudal THAAD digunakan selama perang melawan Iran, sementara persediaan rudal Patriot telah berkurang hingga sekitar 50 persen.Postamble: Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi yang lebih provokatif untuk SEO atau gaya khas portal berita online.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut