Museum Sejarah Film India Pertama Dibuka di 'Rumah Bollywood' Mumbai

Nathania Riris Michico ยท Rabu, 30 Januari 2019 - 07:23:00 WIB
Museum Sejarah Film India Pertama Dibuka di 'Rumah Bollywood' Mumbai
Seorang pengunjung mengambil foto tampilan gambar-gambar mantan aktor film India di National Museum of Indian Cinema (NMIC), museum pertama di negara itu yang menampilkan sejarah industri filmnya, di Mumbai. (Foto: PUNIT PARANJPE/AFP)

MUMBAI, iNews.id - Dari film hitam putih yang sunyi hingga film sangat laris berwarna yang penuh lagu dan tarian, evolusi sinema India direkam dan dipamerkan oleh sebuah museum baru di 'rumah Bollywood'.

Memakan biaya sebesar 1,4 miliar rupee (19,6 juta dolar AS) atau sekitar Rp275 miliar, museum film nasional pertama India tersebar di sebuah bungalow bergaya abad ke-19 dan struktur modern kaca lima lantai di wilayah selatan Mumbai.

"Ini menunjukkan kepada dunia luar apa yang sudah dicapai sinema India secara keseluruhan selama lebih dari 100 tahun," kata Amrit Gangar, seorang kurator konsultasi pada proyek tersebut, kepada AFP.

Penggilan film India saat ini memproduksi sekitar 1.500 film setahun, bahkan jauh melebihi produksi Hollywood.

National Museum of Indian Cinema (NMIC) yang didanai pemerintah menawarkan tumpukan memorabilia, rekaman, dan alat pembuatan film serta layar sentuh interaktif di mana pengunjung dapat menonton klip dari film yang mengesankan.

Seorang siswa mengambil foto sebuah pajangan dengan gambar-gambar mantan aktor film India di National Museum of Indian Cinema (NMIC), museum pertama di negara itu yang menampilkan sejarah Bollywood, di Mumbai. (Foto: PUNIT PARANJPE/AFP)

Penggemar film dapat belajar tentang film panjang pertama India, 1913 Dadasaheb Phalke yang disutradarai "Raja Harishchandra", dan mendengarkan rekaman KL Saigal, yang dianggap sebagai superstar pertama sinema berbahasa Hindi.

Mereka juga dapat melihat poster film yang dilukis dengan tangan, termasuk untuk hits 1955 karya sutradara Satyajit Ray yang diakui secara internasional yakni "Pather Panchali", serta bisa berfoto selfie di sebelah patung ikon Bollywood, Raj Kapoor.

"Museum itu membawa pengunjung melalui perjalanan sinema India, dari film bisu ke 'talkie' ke era studio ke gelombang baru," kata Prashant Pathrabe, direktur jenderal departemen film pemerintah India, kepada AFP.

Bollywood merupakan nama panggilan untuk industri film berbahasa Hindi yang berbasis di Mumbai, sebelumnya dikenal sebagai Bombay.

Bagian lain dari National Museum of Indian Cinema (NMIC), museum pertama di negara itu yang menampilkan sejarah industri film Bollywood, di Mumbai. (Foto: PUNIT PARANJPE/AFP)

Museum ini tidak hanya menyajikan karya Bollywood, namun juga film-film yang dibuat di berbagai daerah dan bahasa di seluruh India.

"Film dibuat dalam sekitar 25 bahasa daerah yang berbeda di India dan semua dimasukkan di sini sehingga seluruh negara, terlepas dari bagian mana Anda berasal, Anda dapat menikmati museum ini," kata Pathrabe.

Museum ini juga memajang replika Mutoscope, kamera yang digunakan oleh Lumiere Brothers, dan Praxinoscope -alat animasi silinder berputar yang ditemukan di Prancis pada 1870-an.

Gagasan pembangunan museum ini pertama kali diperdebatkan pada 2006 dan akan dibuka pada 2014, saat ruang pameran yang bertempat di bangunan warisan selebar 6.000 kaki persegi dinyatakan siap.

Patung yang ada di National Museum of Indian Cinema (NMIC), museum pertama di negara itu yang menampilkan sejarah industri film, di Mumbai. (Foto: PUNIT PARANJPE/AFP)

Namun, pembukaan ditunda setelah pemerintah memutuskan untuk membangun sayap baru, yang mencakup bagian yang mengeksplorasi soal dampak pahlawan kemerdekaan Mahatma Gandhi di bioskop di seluruh dunia, termasuk tentang Charlie Chaplin.

"Ini merupakan pertama kalinya saya melihat museum besar tentang sinema," kata Maria Jones, yang melakukan perjalanan dari rumahnya di Negara Bagian Kerala, India selatan, untuk mengunjungi museum.

"Saya benar-benar bahagia dan bersemangat melihat sejarah sinema India sampai sekarang. Kamera-kamera yang berbeda menarik bagi saya. Kamera pertama sangat besar," katanya, kepada AFP.

Para pejabat berharap museum itu menjadi populer dan banyak dikunjungi dengan penggemar.

"Ini merupakan pendidikan lewat film bioskop," kata Pathrabe.

Pengunjung menelusuri pameran di Museum Nasional Sinema India (NMIC), museum pertama di negara itu yang menampilkan sejarah industri film India, di Mumbai. (Foto: PUNIT PARANJPE/AFP)

Editor : Nathania Riris Michico