Musim Haji, Masjidil Haram Dibersihkan dengan 54.000 Liter Disinfektan Setiap Hari

Ahmad Islamy Jamil ยท Minggu, 02 Agustus 2020 - 05:30 WIB
Musim Haji, Masjidil Haram Dibersihkan dengan 54.000 Liter Disinfektan Setiap Hari

Para petugas membersihkan Masjid al-Haram dengan disinfektan. (Foto-foto: AFP)

MAKKAH, iNews.id – Otoritas di Kota Makkah al-Mukarramah menggunakan 54.000 liter cairan disinfektan per hari untuk membersihkan Masjidil Haram selama musim haji tahun ini. Langkah tersebut untuk mencegah penyebaran virus corona di lingkungan situs suci umat Islam itu, termasuk di kalangan jamaah.

Presidensi Umum Masjid al-Haram dan Masjid Nabawi menyatakan, operasi pembersihan rumah Allah itu dilakukan oleh 3.500 pekerja selama beberapa hari terakhir. Mereka membersihkan halaman dalam dan luar Masjid al-Haram hingga 10 kali sehari.

Para petugas itu menggunakan setidaknya 95 peralatan modern dalam proses pembersihan masjid yang menjadi lokasi kiblat umat Islam itu. “Selain itu, Presidensi menggunakan sekitar 2.400 liter pembersih (sanitizer) harian, termasuk 1.500 liter untuk permukaan, dan 900 liter sebagai pembersih manual,” menurut sebuah pernyataan dari pihak berwenang, dikutip Alarabiyah, Sabtu (1/8/2020).

Kunjungan haji tahun ini dikurangi menjadi 10.000 jamaah. Mereka semua terdiri atas warga negara asing (WNA) dan warga negara Arab Saudi yang sedang tinggal di dalam kerajaan itu. Pengurangan jumlah jamaah itu terjadi karena pandemi Covid-19.

Dalam kondisi normal, haji diikuti lebih dari 2,5 juta Muslim dari seluruh dunia setiap tahun. Akan tetapi, tahun ini, jamaah dibatasi maksimal 10.000 orang. Dari jumlah itu, 70 persen adalah jamaah asing dan sisanya warga lokal.

Semua jamaah diharuskan mengikuti protokol kesehatan yang ketat, seperti mengenakan masker dan menjaga jarak sosial, selama pelaksanaan haji yang berlangsung 5 hari di kota suci Makkah dan sekitarnya.

Sebelum pelaksanaan haji mereka harus menjalani karantina serta pemeriksaan kondisi fisik. Karantina akan diberlakukan kembali setelah haji.

Editor : Ahmad Islamy Jamil