Muslim Uighur Dipaksa Makan Daging Babi Setiap Hari Jumat Saat Ditahan oleh China

Arif Budiwinarto ยท Jumat, 04 Desember 2020 - 13:38:00 WIB
Muslim Uighur Dipaksa Makan Daging Babi Setiap Hari Jumat Saat Ditahan oleh China
Muslim Uighur di Eropa berdemonstrasi di Turki mengecam kebijakan pemerintah China yang memasukkan jutaan Muslim Uighur di Negeri Tirai Bambu ke kamp-kamp reedukasi. (foto: AFP)

STOCKHOLM, iNews.id - Pengakuan mengejutkan diungkap oleh seorang perempuan Uighur yang pernah berada di dalam kamp reedukasi pemerintah China di Provinsi Xinjiang. Dia mengatakan selama berada di kamp tersebut, Muslim Uighur dipaksa makan daging babi yang diharamkan dalam agama Islam. 

Sayragul Sautbay merupakan salah satu Muslim Uighur yang cukup beruntung bisa dibebaskan dari kamp reedukasi China di Xinjiang pada awal 2018 lalu. Bersama ibunya, Sautbay kini tinggal di Swedia. Namun demikian, ibunya masih terus dihantui bayangan menakutkan kekerasan serta penyiksaan yang mereka alami selama di dalam kamp. 

Baru-baru ini, Sautbay yang merupakan seorang dokter serta tenaga pengajar meluncurkan buku yang berisi pengalamannya selama berada di dalam kamp reedukasi China. Secara rinci, Sautbay bercerita kepada Aljazeera mengenai perlakukan kurang manusiawi yang dilakukan terhadap Muslim Uighur termasuk, kekerasan seksual serta sterilisasi paksa. 

"Setiap hari Jumat, kami semua dipaksa memakan daging babi," kata Sautbay. 

"Mereka dengan sengaja memilih melakukannya di hari suci bagi umat Muslim. Dan jika Anda menolak, Anda akan mendapat hukuman mengerikan," lanjutnya. 

China berusaha menciptakan perasaan bersalah pada Muslim Uighur

Editor : Arif Budiwinarto

Halaman : 1 2