Nah, Menlu Israel Bantah Negaranya Akan Usir Seluruh Warga Gaza
TEL AVIV, iNews.id - Israel meredam kekhawatiran global mengenai rencana negara Yahudi itu mengusir paksa seluruh warga Jalur Gaza dari wilayah mereka. Sebelumnya Menteri Pertahanan Israel Katz dan Menteri Keamanan Nasional Iramar Ben Gvir mengungkapkan rencana pengusiran itu, meski keduanya mengungkap angka berbeda.
Namun kini Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Gideon Saar ikut bicara, membantah pernyataan kedua mitranya tersebut.
Saar mengatakan pemerintah Israel tidak berencana mengusir seluruh 2,3 juta warga Palestina dari Jalur Gaza.
"Jika seseorang ingin beremigrasi atas kemauannya sendiri dan ada negara yang bersedia menerimanya, kami tidak akan menentangnya. Kami tidak akan memaksa siapa pun untuk pergi jika bertentangan dengan kehendak mereka," kata Saar, dalam konferensi pers di Slovenia, dikutip Kamis (10/9/2026).
Sebelumnya, Ben Gvir mengatakan pemerintah Israel akan merelokasi 1,86 juta penduduk Gaza dalam 7 tahun. Mereka akan dipindah ke negara yang bersedia menampung. Ben Gvir mengeklaim ada negara yang sudah bersedia menampung pengungsi Gaza, namun tidak mau mengungkapnya. Sebagai imbalan, negara tersebut akan mendapat bantuan keuangan dari Israel.
Menhan Katz mengungkap data berbeda yakni seluruh warga Gaza yang akan dipindah ke luar wilayah.
Dia mengatakan tidak ada solusi nyata bagi Gaza tanpa migrasi warganya.
Pemindahan paksa warga sipil dari wilayah pendudukan dianggap sebagai kejahatan perang menurut Konvensi Jenewa.
Editor: Anton Suhartono