Nasib Kapal Induk Brasil, Ditolak di Mana-Mana hingga Ditenggelamkan di Atlantik
MEXICO CITY, iNews.id - Brasil menenggelamkan satu-satunya kapal induk milik negara tersebut. Kapal bernama Sao Paulo itu ditenggelamkan di Samudera Atlantik pada Jumat kemarin. Sao Paulo dinonaktifkan dari dinas Angkatan Laut (AL) Brasil setelah sempat ditolak masuk dan berlabuh di mana-mana.
"Mengenai kapal induk 'Sao Paulo' yang dinonaktifkan, kami menginformasikan bahwa operasi penenggelaman terencana dan terkendali dilakukan pada 3 Februari sore, sesuai rencana," bunyi pernyataan AL Brasil, seperti dilaporkan Sputnik, Sabtu (4/2/2023).
Kapal induk tersebut dinonaktifkan dari layanan pada 2018. Tiga tahun kemudian, kapal dijual ke perusahaan Turki, Sok, seharga 1,9 juta dolar AS. Pemilik baru kemudian membawanya ke Turki, namun otoritas negara tersebut melarang Sao Paulo masuk.
Oleh karena itu kapal dibawa kembali ke Brasil. Lagi-lagi otoritas Brasil menolaknya berlabuh dengan alasan risiko kerusakan lingkungan dan keamanan. Pasalnya lambung kapal sudah berlubang dan ada kemungkinan tenggelam tak terkendali.
Kemudian pada Januari 2023, AL Brasil mengambil alih kapal tersebut setelah beberapa bulan terkatung-katung di perairan teritorial negara itu.
Sao Paulo ditenggelamkan di Samudera Atlantik, sekitar 350 kilometer di lepas pantai Brasil. Kedalaman laut tempatnya ditenggelamkan 5.000 meter.
Perairan itu dipilih dengan pertimbangan keselamatan navigasi dan lingkungan, yakni bagi ikan dan ekosistem.
Namun Institut Lingkungan dan Sumber Daya Alam Terbarukan Brasil meragukan klaim itu. Pasalnya material kapal dibuat dari bahan yang bisa meracuni ekosistem bawah air, seperti asbes, klorofluorokarbon, partikel mikroplastik, dan logam berat.
Editor: Anton Suhartono