Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pelajar atau Mata-Mata? Mahasiswa China Jadi Korban Tuduhan Kolektif AS
Advertisement . Scroll to see content

Negara-Negara yang Berutang ke China 2025, Lengkap dengan Total Angkanya

Senin, 02 Juni 2025 - 11:30:00 WIB
Negara-Negara yang Berutang ke China 2025, Lengkap dengan Total Angkanya
Sebanyak 75 negara miskin tahun ini jatuh tempo bayar utang kepada China dengan total 22 miliar dolar AS (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Daftar negara-negara yang berutang ke China berdasarkan data pada 2025 menarik diketahui. Laporan yang dipublikaskan lembaga think tank kebijakan luar negeri Australia, Lowy Institute, pekan lalu mengungkap sebanyak 75 negara miskin harus membayar utang dengan nilai total 22 miliar AS atau sekitar Rp360 triliun kepada China.

Lowy Institute menyatakan, pada 2025, 75 negara termiskin harus membayar utang 22 miliar dolar AS tersebut. Sementara total utang yang harus dibayarkan kepada China selama tahun ini sebesar 35 miliar dolar AS.

"Sekarang, dan untuk sisa dekade ini, China akan lebih menjadi penagih utang ketimbang bankir bagi negara-negara berkembang," bunyi laporan, seperti dikutip dari The Guardian.

Sebagian besar pinjaman China itu dikeluarkan berdasarkan Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI), proyek infrastruktur ambisius Presiden Xi Jinping. BRI merupakan program investasi infrastruktur global yang didukung banyak negara seperti pembangunan sekolah, jembatan, rumah sakit, hingga jalan raya, pelabuhan pengiriman, dan bandara.

Pinjaman tersebut mengubah China menjadi pemasok pinjaman bilateral terbesar, yang mencapai puncaknya dengan menggelontorkan lebih dari 50 miliar dolar AS pada 2016.

BRI difokuskan terutama pada negara-negara berkembang, di mana pemerintahan negara itu berjuang untuk mengakses investasi swasta atau investasi lain yang didukung pemerintah.

Namun Pemerintah China membantah anggapan bahwa mereka sengaja menciptakan perangkap utang kepada negara-negara penerima. Negara-negara penerima utang juga menolak anggapan tersebut dengan mengatakan China merupakan mitra yang lebih bisa diandalkan di saat banyak negara kaya lainnya menolak.

Negara-Negara dengan Utang Terbesar

Laporan tersebut juga menyoroti pinjaman skala besar baru yang diberikan kepada Honduras, Nikaragua, Kepulauan Solomon, Burkina Faso, dan Republik Dominika. Semua negara itu menerima pinjaman dalam periode 18 bulan sejak negara-negara tersebut mengalihkan pengakuan diplomatik dari Taiwan ke China.

China juga terus membiayai beberapa mitra strategis, termasuk Pakistan, Kazakhstan, Laos, dan Mongolia, serta negara-negara yang menghasilkan mineral dan logam penting, seperti Argentina, Brasil, dan Indonesia.

Tak ada data lengkap yang dikeluarkan China mengenai utang yang diberikan, termasuk skema BRI-nya. Namun Lowy Institute mengungkap perkiraan, berdasarkan data Bank Dunia. 

Sementara lembaga lain, AidData, pada 2021 memperkirakan China memberikan utang tersembunyi sekitar 385 miliar dolar.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut