Negara yang tidak Termasuk Pendiri GNB
Pada awalnya, GNB lebih banyak berfokus pada isu politik seperti dukungan untuk hak menentukan nasib sendiri, kemerdekaan nasional, kedaulatan, dan integritas nasional negara-negara anggota.
Namun, mulai pertengahan 1970-an, isu ekonomi menjadi perhatian utama GNB, dan forum ini bekerja sama dengan Kelompok 77 dan China dalam menyusun posisi bersama terkait masalah-masalah ekonomi dunia dan pembentukan Tata Ekonomi Dunia Baru (New International Economic Order).
Setelah runtuhnya komunisme, terjadi perdebatan mengenai relevansi GNB.
Namun, mayoritas negara mengusulkan agar GNB fokus pada tantangan-tantangan pasca-Perang Dingin seperti pelucutan senjata, pembangunan ekonomi negara berkembang, pengentasan kemiskinan, dan pembentukan tata dunia yang lebih adil bagi negara berkembang.
Sejak awal abad ke-21, GNB terus mengembangkan kebijakannya untuk tetap relevan dengan mengatasi tantangan global baru seperti terorisme, konflik intra-negara, pengembangan senjata baru, teknologi informasi dan komunikasi, serta pencapaian pembangunan berkelanjutan.
Indonesia selalu mendorong peran GNB dalam perdamaian dan keamanan internasional, penanganan isu-isu dan ancaman keamanan global baru, serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Indonesia juga aktif membantu penyelesaian isu Palestina dan menjadi anggota Komite Palestina GNB.
Editor: Komaruddin Bagja