Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS Waspada! Personel Militer dan Warganya di Timur Tengah dalam Target Iran
Advertisement . Scroll to see content

Netanyahu Feeling Israel Akan Dijatuhi Sanksi Ekonomi gegara Perang Genosida di Gaza

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:07:00 WIB
Netanyahu Feeling Israel Akan Dijatuhi Sanksi Ekonomi gegara Perang Genosida di Gaza
Benjamin Netanyahu mengaku khawatir negaranya bakal dijatuhi sanksi ekonomi dan perbankan terkait perang di Jalur Gaza (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu mengaku khawatir negaranya bakal dijatuhi sanksi ekonomi dan perbankan terkait perang di Jalur Gaza. Dia meminta pemerintah Israel bersiap menghadapi kemungkinan tersebut, di tengah meningkatnya penentangan internasional terhadap kebijakan militer Israel.

Netanyahu memperingatkan, Israel harus mengembangkan sistem ekonomi dan keuangan alternatif agar mampu bertahan jika sanksi benar-benar diberlakukan. Dia juga meminta jajarannya menyiapkan langkah untuk mengantisipasi gangguan terhadap rantai pasok.

“Anda harus memahami bahwa mungkin ada sanksi, termasuk sanksi perbankan. Anda harus mempersiapkan ekonomi yang dapat mengatasi sanksi tersebut,” kata Netanyahu, dalam wawancara dengan stasiun televisi Israel, Channel 10, dikutip Minggu (25/10/2026).

Saat ditanya apakah rantai pasok dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi sanksi ekonomi, Netanyahu menjawab, “Iya, itu salah satu caranya. Saya sudah meminta rencana untuk mempersiapkannya.”

Peringatan tersebut muncul ketika Israel menghadapi sorotan dan kecaman internasional atas operasi militernya di Jalur Gaza. Perang yang berlangsung di wilayah Palestina itu telah memicu tekanan terhadap pemerintah Israel, termasuk desakan agar dukungan internasional kepada negara tersebut ditinjau kembali.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut