Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Film Kisahkan Bocah Gaza Hind Rajab Masuk Nominasi Oscar 2026
Advertisement . Scroll to see content

Netanyahu Ingkar Janji Belum Buka Perbatasan Rafah, Hamas Sebut Israel Fasis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 14:24:00 WIB
Netanyahu Ingkar Janji Belum Buka Perbatasan Rafah, Hamas Sebut Israel Fasis
Hamas mengecam keras Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu karena belum membuka kembali perbatasan Rafah (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

GAZA, iNews.id - Hamas mengecam keras Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu karena belum membuka kembali perbatasan Rafah yang menjadi jalur utama bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. 

Kelompok perlawanan yang berkuasa di Gaza itu menuding Netanyahu bersikap fasis dan sengaja menghambat proses kemanusiaan untuk keuntungan politik.

Hamas menuding Netanyahu sebgaja mengulur waktu dan gagal memenuhi janji untuk membuka perbatasan Rafah. Penutupan perbatasan itu membuat bantuan kemanusiaan tersendat dan memperburuk penderitaan warga Gaza.

“Keputusan menunda pembukaan pintu Rafah serta membatasi masuknya bantuan kemanusiaan membuktikan fasisme pemerintah Israel,” kata Hamas, dalam pernyataan di Telegram, dikutip Jumat (17/10/2025). 

Mereka menilai Netanyahu menjadikan penderitaan warga Gaza sebagai alat tawar politik di tengah tekanan internasional pascagencatan senjata.

Dalam pernyataannya, Hamas menegaskan tetap berkomitmen menjalankan perjanjian gencatan senjata dengan Israel, termasuk pemulangan jenazah para sandera Israel yang tewas. Namun proses tersebut terhambat karena sebagian besar jenazah masih tertimbun di reruntuhan bangunan dan terowongan yang dihancurkan pasukan Zionis.

“Kami menegaskan komitmen terhadap perjanjian tersebut dan keinginan untuk mengimplementasikannya, termasuk penyerahan semua jenazah sandera Israel yang tersisa,” bunyi pernyataan.

Hamas menuduh militer Israel bertanggung jawab atas kesulitan evakuasi jenazah. Banyak korban tertimbun di bawah puing-puing akibat bombardir besar-besaran yang dilakukan pasukan Zionis. 

“Tentara penjajah Nazi yang sama yang membunuh para sandera ini adalah pihak yang bertanggung jawab mengubur mereka di bawah reruntuhan,” demikian pernyataan Hamas.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut