Ngeri! AS Peringatkan soal Peningkatan Kemampuan Nuklir Rusia Berbasis Luar Angkasa
WASHINGTON, iNews.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) memperingatkan Kongres dan negara-negara sekutunya di Eropa mengenai peningkatan kemampuan nuklir Rusia yang bisa menjadi ancaman internasional. Rusia disebut sedang menyiapkan senjata nuklir anti-satelit berbasis luar angkasa.
Seorang sumber pejabat mengatakan kepada Reuters, berdasarkan informasi intelijen, Rusia akan mengembangkan senjata berbasis ruang angkasa, meski hal itu tidak menimbulkan ancaman mendesak bagi AS.
Informasi intelijen itu terungkap setelah ketua komite intelijen DPR AS dari Partai Republik Mike Turner mengatakan ada ancaman serius terhadap keamanan nasional AS.
Sumber itu kemudian mengatakan kepada Reuters, pernyataan Turner terkait dengan kemampuan Rusia di luar angkasa, terkait satelit. Sementara sumber pejabat lainnya mengatakan, masalah ini memang serius, namun tidak terkait dengan kemampuan aktif serta tak sampai menyebabkan kepanikan.
Ngeri! Rusia Dilaporkan Serang Ukraina Pakai Rudal Zircon untuk Pertama Kali
“Saya meminta Presiden Biden mendeklasifikasi (mengungkap rahasia) semua informasi terkait ancaman ini sehingga Kongres, pemerintahan, dan (negara) sekutu kita bisa secara terbuka mendiskusikan tindakan yang diperlukan untuk menanggapi ancaman ini,” kata Turner, dalam pernyataannya.
Sementara itu surat kabar The New York Times, mengutip keterangan pejabat dan mantan pejabat AS, melaporkan informasi intelijen baru tersebut terkait dengan upaya Rusia untuk mengembangkan senjata nuklir anti-satelit berbasis luar angkasa.
Rusia Bantah Militernya Pakai Internet Starlink Elon Musk
Namun senjata berkemampuan nuklir itu belum berada di orbit.
Turner menyampaikan pernyataan itu di tengah perdebatan di Kongres mengenai bagaimana AS menghadapi ancaman global dari Rusia serta negara-negara lainnya seperti Iran.
Para pakar keamanan mendesak keterlibatan AS yang lebih besar di kancah global. Sementara beberapa anggota Kongres dari Republik yang dekat dengan mantan Presiden Donald Trump meminta pemerintah untuk menerapkan pendekatan “America First” dalam kebijakan internasionalnya.
Editor: Anton Suhartono