Ngeri! Hacker Serang Bank Darah Prancis, Bisa Bikin Darah Mendidih
EFS juga memastikan insiden tersebut tidak mengganggu kegiatan operasional maupun distribusi produk darah kepada rumah sakit.
Serangan siber itu terjadi pada 2 November dan pertama kali dilaporkan surat kabar Prancis Le Canard Enchaîné pada Rabu (4/11/2026).
Menurut laporan tersebut, sistem pendingin diprogram mencapai suhu 110 derajat Celsius, padahal plasma seharusnya disimpan pada suhu sekitar minus 30 derajat Celsius.
Dengan kata lain, hacker berusaha membalik fungsi fasilitas penyimpanan darah dari mempertahankan suhu beku menjadi menghasilkan panas ekstrem.
Bukan EFS yang Langsung Diretas
Dalam penjelasannya, EFS mengungkapkan bahwa lembaga tersebut bukan sasaran langsung serangan. Hacker justru menargetkan penyedia layanan pendingin yang memiliki akses ke sistem pengawasan dan pengendalian fasilitas penyimpanan darah.