Normalisasi Hubungan dengan UEA dan Bahrain Dorong Jutaan Dolar Masuk ke Kas Israel

Arif Budiwinarto ยท Rabu, 16 September 2020 - 09:48 WIB
Normalisasi Hubungan dengan UEA dan Bahrain Dorong Jutaan Dolar Masuk ke Kas Israel

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menggelontorkan bantuan tunai untuk warga Israel atasi krisis Covid-19 (foto: Times of Israel)

TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan normalisasi hubungan diplomatik dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain bakal mendatangkan jutaan dolar ke kas negara Yahudi itu.

Pernyataan tersebut diucapkan Netanyahu sebelum bertolak ke Washington untuk menghadiri penandatanganan kesepakatan dengan UEA dan Bahrain.

Netanyahu menyebut normalisasi hubungan dengan dua negara Arab sebagai momen bersejarah pengakuan negara Zionis sekaligus menguntungkan bagi perekonomian Israel.

"Dua kesepakatan damai dalam satu bulan," kata Netanyahu dikutip dari Times of Israel, Rabu (16/9/2020).

"Kesepakatan itu akan memompa masuk jutaan (dolar) dalam ekonomi Israel. Itu selalu bagus, tapi ini secara khusus bagus selama virus corona," ujarnya.

UEA dan Israel sepakat memulihkan hubungan pada 13 Agustus lalu yang ditengahi oleh Amerika Serikat.

Bahrain mengikuti langkah Abu Dhabi pada 11 September kemarin. Perwakilan ketiga negara secara resmi telah menandatangani perjanjian normalisasi hubungan diplomatik yang disebut Abraham Accord di Gedung Putih, Washington, Selasa (15/9/2020) waktu setempat.

Dalam momen bersejarah tersebut Israel diwakili oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, UEA diwakili Menteri Luar Negeri Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahyan dan Menteri Luar Negeri Bahrain, Abdullatif Al Zayani.

Uni Emirat Arab (UEA) merupakan salah satu negara penghasil minyak bumi terbesar di dunia dengan jumlah produksi 3.471.000 barel per hari. Sedangkan menjalin hubungan diplomatik dengan Bahrain dianggap menjadi langkah strategis meredam pengaruh Iran di kawasan Teluk.

Israel saat ini tengah dihadapkan pada krisis Covid-19 yang berdampak pada perekonomian negara. Benjamin Netanyahu menjadi sasaran kritik dan hujatan dari warga Israel yang mendesaknya mundur karena dianggap tak mampu membawa Israel keluar dari situasi sulit.

Editor : Arif Budiwinarto