Pria Singapura Mengaku sebagai Mata-Mata China Kumpulkan Informasi Penting AS sejak 2015
WASHINGTON, iNews.id - Seorang pria Singapura ditangkap di Amerika Serikat atas tuduhan bekerja sebagai agen China. Ini merupakan kasus terbaru di tengah memanasnya ketegangan Amerika dan China.
Jun Wei Yeo ditangkap saat melakukan penerbangan menuju Amerika Serikat pada 2019. Yeo didakwa bersalah menggunakan privilise sebagai konsultan politik di Amerika Serikat untuk mengumpulkan informasi bagi intelijen China. Demikian pernyataan pejabat dalam negeri AS seperti dikutip dari BBC, Sabtu (25/7/2020).
Pria yang juga dikenal sebagai Dickson Yeo, Jumat (24/7/2020) waktu setempat, mengakui di depan pengadilan federal bahwa dirinya bekerja sebagai agen Pemerintah China dalam rentang 2015 hingga 2019.
Dalam pembelaannya, Yeo mengakui dalam menjalankan tugasnya dia mencari dan mendekati pejabat-pejabat Amerika Serikat dengan level keamanan tertinggi untuk menggali informasi kemudian mengirimkan laporannya ke China.
Trump kepada Putin: AS Ingin Hindari Perlombaan Senjata dengan Rusia dan China
Pengungkapan ini terjadi berselang sehari setelah Biro Penyelidik Federal (FBI) Amerika Serikat menangkap tiga warga negara China dengan tuduhan pemalsuan visa. Mereka yang ditangkap diyakini sebagai anggota tentara militer Beijing yang menyamar sebagai peneliti.
FBI baru-baru ini menginterogasi pemegang visa yang diyakini anggota militer China di lebih dari 25 kota di AS.
Bos WHO Tepis Tuduhan Menlu AS soal Hubungan Dekatnya dengan China
Aksi FBI ini dianggap para para ahli tindakan keras paling terkenal Amerika terhadap pencurian know-how (pengetahuan) AS dalam lebih dari 40 tahun hubungan kedua negara.
Ketegangan Amerika Serikat dan China meningkat sejak munculnya Covid-19 pada Desember 2019. AS menuding China sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas kemunculan virus yang telah menewaskan lebih dari ratusan ribu manusia di dunia.
AS juga mengecam keras langkah China memberlakukan Undang-Undang Keamanan Nasional di Hong Kong. Terbaru, Washington memerintahkan China menutup konsulat di Houston setelah diduga melakukan aksi spionase. China merespons tindakan tersebut dengan mencabut izin konsulat AS di kota Chengdu pada Kamis (24/7/20200).
Editor: Arif Budiwinarto