Otoritas Pajak Italia Gerebek Rumah Mode Gucci

Zen Teguh ยท Selasa, 05 Desember 2017 - 03:42 WIB
Otoritas Pajak Italia Gerebek Rumah Mode Gucci

Gerai Gucci di Florence, Italia. Otoritas pajak setempat mendatangi perusahaan ini atas dugaan penghindaran kewajiban membayar pajak. (Foto: Lonelyplanet)

MILAN, iNews.id – Kepolisian Italia menggerebek kantor Gucci di Milan dan Florence. Perusahaan raksasa mode dunia itu diduga menghindari pembayaran pajak senilai 1,1 juta poundsterling atau sekitar Rp20 miliar.

Otoritas pajak Italia menyebutkan, kedatangan ke kantor perusahaan fashion itu merupakan pemeriksaan awal. Gucci dituduh membayar pajak keuntungan penjualan di Italia ke negara lain, dalam hal ini Swiss, karena aturan pajak yang lebih longgar. Dengan cara itu Gucci dapat meghindari kewajiban pajak domestik senilai 1,14 miliar poundsterling.

Sejumlah media setempat menyatakan, dugaan penghindaran pajak ini berawal dari laporan mantan pegawai senior Gucci. Dia meninggalkan perusahaan itu ketika Gucci menjadi bagian dari perusahaan barang-baran mewah asal Prancis, Kering.

”Polisi telah menghabiskan setidaknya tiga hari untuk menyelidiki kantor Gucci di Milan dan beberapa kota lainnya,”kata La Stampa dikutip Dailymail, Selasa (5/12/2017).

Atas pemeriksaan tersebut, Gucci dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa mereka siap bekerja sama dengan otoritas terkait untuk menyelesaikan masalah ini. "Gucci menegaskan bahwa kami bekerja sama penuh dengan otoritas masing-masing dan yakin akan kebenaran serta transparansi operasinya, "kata Gucci dikutip Reuters.

Gucci, penyumbang keuntungan terbesar bagi Kering telah menikmati kebangkitan dalam beberapa tahun terakhir. Pada kuartal ketiga 2017, perusahaan tersebut melaporkan kenaikan penjualan sebesar 49,4 persen atau senilai 1,5 miliar euro.

Gucci bukan satu-satunya perusaan mode yang harus berurusan dengan otoritas pajak Italia. Empat tahun lalu Prada juga juga harus membayar 470 juta euro lantaran menghindari pajak domestik.

Soal pajak, otoritas Italia menerapkan kebijakan yang sangat tegas. Mereka kini menyasar raksasa teknologi informasi yang beroperasi di negara itu. Setelah mendapatkan pembayaran dari Apple dan Google, kini penyidikan mengarah pada Amazon dan Facebook.

Google pada Mei 2017 setuju menuntaskan permasalahan pajaknya di Italia dengan membayarkan 306 juta euro atau sekitar Rp4,4 triliun. Sebelumnya Pemerintah Italia menuduh Google menunggak pembayaran pajak dari pendapatan mereka antara 2009 sampai 2013 yang mencapai 1 miliar euro.

"Perusahaan memiliki struktur kelompok yang kompleks, di mana merek dagang dan royalti dan banyak biaya lainnya dibayarkan ke luar negeri," kata Angelo Cremonese, profesor ekonomi dan keuangan di Universitas Luiss, Roma, menganalisis kecenderungan penghindaran pajak di Italia.


Editor : Zen Teguh