Kisah Guccio Gucci, Anak Perajin Kulit yang Menjadi Pendiri Brand Terkenal Gucci

Dinar Fitra Maghiszha · Sabtu, 02 Juli 2022 - 15:06:00 WIB
 Kisah Guccio Gucci, Anak Perajin Kulit yang Menjadi Pendiri Brand Terkenal Gucci
Tas Gucci. (Foto: IG)

JAKARTA, iNews.id - Kisah Guccio Gucci, tokoh di balik merek fesyen terkenal Gucci, menarik untuk disimak. Pasalnya, Guccio Gucci hanyalah seorang anak dari perajin kulit sederhana asal Italia, yang kemudian memberanikan diri mendirikan toko kerajinan kulit kecil yang kemudian terkenal sebagai rumah mode House of Gucci

Guccio Gucci lahir di Florence, Italia, pada Maret 1881. Sebelum merintis brand dengan latar nama keluarganya, pria tersebut menghabiskan masa remajanya dengan bekerja di Savoy Hotel di London, Inggris.

Saat bekerja, Gucci terinspirasi oleh jamuan hotel kelas atas yang elegan tempat ia bekerja, sekaligus oleh perusahaan aksesoris mewah seperti H. J. Cave & Sons. 

Dia mengamati bagaimana elit borjuis berpakaian, bersikap, hingga pilihan aksesoris yang mereka kenakan. Pelajaran itulah yang membuat dirinya memutuskan resign dari pekerjaan di hotel. 

Guccio Gucci lalu memutuskan kembali ke Florence, dan merintis pembuatan jenis tas bepergian hingga pernak-pernik aksesoris. Di tempat kelahirannya itu, Guccio Gucci menikahi seorang penjahit yang berusia 24 tahun, Aida Calvelli pada tahun 1901. 

Pada tahun 1921, dari tabungan yang ia sisihkan, Guccio Gucci mendirikan House of Gucci di Florence, Italia, sebagai sebuah toko kulit milik keluarga kecilnya. 

Di tokonya itu, ia menjual berbagai barang fesyen mulai dari pelana, tas kulit, hingga sejumlah aksesoris bagi para penunggang kuda pada tahun 1920-an. 

Karena laris, ia menambah produksi di belakang gerainya, dan mempekerjakan beberapa pengrajin terbaik di daerah sekitar untuk membuat tas kulit khusus.

Tekad mempertahankan bisnis, membuat Gucci memperlebar sayap perusahaan dengan memasukkan empat putranya, yakni Aldo, Rodolfo, Ugo, dan Vasco bergabung dalam bisnis ayahnya. 

Pada tahun 1953, Guccio Gucci tutup usia. Warisan dan usaha bisnisnya dibagi kepada tiga putranya. Vasco mengambil alih operasi di Florence, sementara Rodolfo membuka butik lain di Milan.

Sedangkan Aldo membuka butik Gucci pertama di luar Italia yaitu di New York City. Diketahui, Aldo merupakan desainer yang membuat logo double-G yang sekarang menjadi merek ikonik Gucci sejak tahun 1933.

Keempat putranya memegang peran penting di perusahaannya. Ada banyak persaingan antar-saudara dalam internal kekuasaan perusahaan. Pada 1980-an, ini menjadi masalah serius yang memecah belah keluarga.

Diketahui, tokoh selebriti Amerika seperti Jackie Kennedy hingga Elizabeth Taylor jatuh cinta dengan merek tersebut. Beberapa tahun berikutnya, keluarga Gucci membuka butik lain di Paris, London, dan Beverly Hills.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:








Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda