Pakar AS Pastikan Donald Trump Tidak Mampu Menularkan Covid Lagi

Ahmad Islamy Jamil ยท Kamis, 15 Oktober 2020 - 15:08 WIB
Pakar AS Pastikan Donald Trump Tidak Mampu Menularkan Covid Lagi

Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

WASHINGTON DC, iNews.id – Pakar penyakit menular AS, Anthony Fauci, memastikan Presiden Donald Trump tidak mampu menularkan Covid lagi. Dokter berumur 79 tahun itu pun menyatakan, sang presiden kini dapat hadir di depan publik tanpa membahayakan orang lain.

Reuters melansir, Fauci dan koleganya di Institut Kesehatan Nasional AS (NIH), Clifford Lane, menyimpulkan hal tersebut setelah meninjau semua tes Covid-19 yang dijalani oleh Trump serta tes tambahan yang dilakukan di laboratorium NIH.

Trump mengungkapkan pada 2 Oktober lalu bahwa dia positif mengidap virus corona. Pada minggu berikutnya, politikus Partai Republik itu mengaku sudah sembuh dan tidak lagi menularkan virus asal China tersebut.

Dalam wawancara dengan CBS Evening News, Rabu (14/10/2020) malam waktu AS atau Kamis (15/20/2020) WIB, Fauci juga mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak mungkin memiliki 100 juta dosis vaksin corona yang dianggap aman dan efektif pada akhir tahun ini. Pernyataan Fauci tersebut bertentangan dengan klaim yang dibuat Trump pada September lalu.

Menurut dia, vaksin yang memadai untuk menginokulasi masyarakat umum baru dimungkinkan tersedia pada April 2021. Itu pun jika semua vaksin eksperimental dalam uji klinis tahap akhir terbukti efektif.

Dia mengungkapkan, memang ada beberapa kandidat vaksin berpotensi menerima izin regulasi pada November atau Desember. Akan tetapi, itu hanya mencakup beberapa juta dosis yang mungkin tersedia untuk umum pada akhir tahun ini.

Dia menambahkan, obat antibodi eksperimental yang dibuat Regeneron Pharmaceuticals Inc yang digunakan untuk merawat Trump, belum tersedia dalam pasokan yang cukup untuk diberikan kepada semua pasien Covid-19. Apalagi, penggunaan obat itu secara luas masih menunggu izin dari otoritas obat-obatan di AS.

Trump sebelumnya pernah mengungkapkan keinginannya untuk memberikan obat buatan Regeneron itu secara gratis kepada semua orang Amerika.

Editor : Ahmad Islamy Jamil