Pakar: Jika Udara Panas Bisa Cegah Covid-19, Tak Akan Ada Kasus di Arab Saudi

Ahmad Islamy Jamil ยท Sabtu, 11 Juli 2020 - 23:19 WIB
Pakar: Jika Udara Panas Bisa Cegah Covid-19, Tak Akan Ada Kasus di Arab Saudi

Ilustrasi cuaca panas. (Foto: Istimewa)

ISTANBUL, iNews.id – Cuaca atau suhu udara panas tidak akan membantu memperlambat penyebaran virus corona (Covid-19). Pandangan itu disampaikan pakar penyakit menular dan mikrobiologi klinis dari Universits Dicle di Turki Tenggara, Recep Tekin.

“Jika Anda menjaga jarak sosial dan menggunakan masker, tingkat infeksi penyakit mungkin akan menurun. Tetapi suhu (panas) itu sendiri tidak efektif,” kata Tekin kepada Kantor Berita Anadolu.

Merujuk pada suhu Mediterania yang panas di Turki Selatan, Tekin menyoroti bahwa jumlah kasus Covid-19 di wilayah tersebut baru-baru ini justru melonjak, meski suhunya tinggi. “Jika suhu panas sepenuhnya bisa mencegah virus, kita seharusnya tidak melihat kasus di Arab Saudi dan Afrika,” ujarnya melanjutkan.

Mengingat akan ada hari-hari dengan suhu yang lebih tinggi di Turki dalam beberapa pekan mendatang, dia mengatakan, masyarakat tidak boleh terlalu percaya diri bakal terlindungi dari infeksi hanya dengan mengandalkan cuaca panas tersebut. Menurut dia, masyarakat tetap harus menggunakan masker, menjaga jarak sosial, dan memperhatikan kebersihan tangan tanpa menghiraukan suhu di sekeliling.

Sejak kemunculannya di Wuhan, China, pada Desember lalu, pandemi virus corona telah merenggut lebih dari 564.000 korban jiwa di 188 negara dan wilayah.

Kejadian infeksi Covid-19 yang terkonfirmasi di seluruh dunia kini telah mencapai 12,7 juta kasus. Dari jumlah itu, sekitar 7,4 juta orang telah sembuh dari penyakit pernapasan tersebut, menurut data yang dihimpun laman Worldometer per Sabtu (11/6/2020).

Editor : Ahmad Islamy Jamil