Pakistan Mencekam, Pasukan Pemerintah Bunuh 145 Anggota Kelompok Separatis
ISLAMABAD, iNews.id - Pasukan keamanan Pakistan menewaskan sedikitnya 145 militan dalam bentrokan selama 40 jam di Provinsi Balochistan. Aksi militer Pakistan itu merupakan serangan balasan terhadap kelompok separatis yang sebelumnya melancarkan teror dan menewaskan hampir 50 orang.
Provinsi barat daya Pakistan itu tengah menghadapi salah satu eskalasi konflik paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir. Kelompok pemberontak di wilayah kaya sumber daya yang berbatasan dengan Iran dan Afghanistan itu meningkatkan serangan terhadap aparat keamanan, warga sipil, dan infrastruktur.
Wakil Menteri Dalam Negeri Pakistan, Talal Chaudhry, mengatakan kelompok separatis sebelumnya menyamar sebagai warga sipil dan masuk ke rumah sakit, sekolah, bank, serta pasar sebelum melepaskan tembakan secara membabi buta pada Sabtu (31/1/2026).
“Para penyerang datang dengan berpakaian seperti warga sipil dan menargetkan orang-orang biasa yang bekerja di toko-toko,” kata Chaudhry, dilansir dari Reuters, Minggu (1/2/2026).
Menhan Pakistan: Trump Seharusnya Culik Netanyahu bukan Maduro
Kelompok separatis Baloch Liberation Army (BLA) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka menyebut operasi itu sebagai Herof atau 'badai hitam', yang menargetkan pasukan keamanan di berbagai wilayah Balochistan.
Di Quetta, ibu kota provinsi, dampak konflik terlihat dari kendaraan yang hangus di sebuah kantor polisi, pintu-pintu berlubang akibat tembakan, serta jalan-jalan yang ditutup garis polisi. Aparat keamanan memperketat patroli dan membatasi pergerakan warga.
Pejabat keamanan menyebut serangan dilakukan hampir bersamaan di Quetta, Gwadar, Mastung, dan Noshki. Kelompok bersenjata menyerang instalasi keamanan, termasuk markas Frontier Corps, mencoba melakukan bom bunuh diri, serta sempat memblokade jalan di kawasan perkotaan sebelum dilakukan operasi balasan besar-besaran.
Balochistan, provinsi terbesar sekaligus termiskin di Pakistan, telah lama dilanda pemberontakan etnis Baloch yang menuntut otonomi lebih besar dan pembagian hasil sumber daya alam yang lebih adil.
Militer Pakistan menuding serangan dilakukan oleh 'militan yang disponsori India'. Tuduhan itu dibantah New Delhi. Juru bicara Kementerian Luar Negeri India Randhir Jaiswal menyatakan tudingan tersebut tidak berdasar dan meminta Islamabad fokus menyelesaikan persoalan internalnya.
Editor: Reza Fajri