Pangeran Harry-Meghan Markle Mundur dari Anggota Kerajaan Inggris: Ratu Elizabeth Kecewa dan Utus Stafnya Cari Solusi

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 10 Januari 2020 - 11:14 WIB
Pangeran Harry-Meghan Markle Mundur dari Anggota Kerajaan Inggris: Ratu Elizabeth Kecewa dan Utus Stafnya Cari Solusi

Meghan Markle (krii), Pangeran Harry, dan Ratu Elizabeth II. (FOTO: GETTY IMAGES)

LONDON, iNews.id - Ratu Elizabeth II menghubungi putranya, Pangeran Charles, serta cucunya, Pangeran William, guna berunding mengenai keputusan Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle, mengundurkan diri dari kapasitas mereka sebagai anggota "senior" keluarga Kerajaan Inggris.

Mereka kemudian mengutus staf senior kerajaan untuk mencari solusi.

Istana Buckingham kecewa dan para anggota senior keluarga kerajaan diketahui "terluka" oleh pengumuman Pangeran Harry dan Meghan.

BBC mendapat informasi bahwa Pangeran Harry dan Meghan tidak berkonsultasi dengan anggota keluarga kerajaan lainnya—termasuk Ratu Elizabeth II maupun Pangeran William—sebelum mengemukakan pernyataan itu.

Pangeran Harry dan Meghan mengaku keputusan tersebut diambil setelah berbulan-bulan mempertimbangkan dan berdiskusi secara internal.

"Kami berniat mengundurkan diri sebagai anggota 'senior' Keluarga Kerajaan dan bekerja untuk menjadi mandiri secara keuangan, seraya terus mendukung penuh Yang Mulia Ratu," seperti dilaporkan BBC, Jumat (10/1/2020).

Mereka juga menyebut berencana membagi waktu antara Inggris dan Amerika Utara selagi terus menghormati tugas kepada Ratu, Persemakmuran, dan patron.

Setelah merilis pengumuman itu, Meghan Markle dilaporkan kembali ke Kanada.

Tugas mereka sebagai anggota keluarga kerajaan untuk berlibur di Kanada bersama putra mereka, Archie, yang lahir pada Mei 2019.

Koresponden BBC di Istana Buckingham mengatakan, pihak keluarga kerajaan kecolongan dengan pernyataan pasangan tersebut.

Juru bicara Istana Buckingham menyebut, diskusi dengan pasangan suami-istri bergelar Duke dan Duchess of Sussex mengenai keputusan mereka berada pada tahap awal.

"Kami paham hasrat mereka untuk mengambil pendekatan berbeda, namun ini adalah topik yang rumit dan memerlukan waktu untuk dibahas."

Walau menyatakan mengundurkan diri sebagai anggota senior keluarga kerajaan, Pangeran Harry tetap berada pada peringkat enam pewaris takhta kerajaan.

BACA JUGA: Pangeran Harry dan Meghan Mundur sebagai Anggota Senior Kerajaan Inggris, Ini Pemicunya

Selain mengundurkan diri sebagai anggota senior keluarga kerajaan, Pangeran Harry dan Meghan juga mengumumkan mereka tidak lagi menerima pendanaan dari Sovereign Grant.

Sovereign Grant merupakan uang publik yang dialokasikan untuk mendanai tugas-tugas resmi anggota keluarga kerajaan. Jumlahnya pada 2018-2019 saja mencapai 82 juta poundsterling atau setara dengan Rp1,4 triliun.

Pangeran Harry dan Meghan mengaku Sovereign Grant mendanai 5 persen dari tugas resmi mereka pada 2019, sedangkan sisanya didanai Pangeran Charles melalui penghasilan dari Duchy of Cornwall.

Pemakaian uang rakyat Inggris untuk tugas kerajaan, misalnya, terwujud dalam pengamanan.

Pasangan itu digolongkan sebagai "orang yang dilindungi secara internasional", yang berarti mereka harus mendapat pengamanan bersenjata dari Kepolisian Metropolitan.

Lebih lanjut, Pangeran Harry dan Meghan selama ini menempati rumah di Windsor yang baru direnovasi dengan uang rakyat sebanyak 2,4 juta poundsterling atau Rp43,7 miliar.

Reaksi masyarakat setelah Pangeran Harry dan Meghan mengumumkan keputusan mereka amat beragam. Banyak pertanyaan diajukan mengenai tugas mereka di Kerajaan Inggris dalam masa mendatang.

Bryony Gordon, wartawan Daily Telegraph yang mengenal dan sudah mewawancarai pasangan tersebut, menilai keputusan mereka dapat dikaitkan dengan kondisi kesehatan jiwa setelah menjadi "karung samsak" bagi bangsa yang misoginis dan rasialis.

Kemudian, Graham Smith selaku juru bicara gerakan Republik yang menyuarakan kepala negara dipilih oleh rakyat, mengatakan keputusan Pangeran Harry dan Meghan mencuatkan beragam pertanyaan tentang masa depan monarki.

Beragam pertanyaan, menurut Smith, juga bisa muncul dari para pembayar pajak mengenai pendanaan pengamanan dan kehidupan mereka di luar negeri.

"Mereka mengatakan akan keluar dari tugas-tugas kerajaan, tapi tidak berhenti mengambil dana publik sampai mereka menemukan sumber penghasilan lain."

Sementara itu, Menteri Kehakiman Inggris, Robert Buckland, mengatakan, "Kita harus tetap merayakan dan mendukung kontribusi keluarga kerajaan kepada Inggris lantaran punya peran penting dalam layanan publik."

Pada Oktober lalu, Pangeran Harry dan Meghan mengungkapkan keluhan mereka selama mendapat sorotan media.

Pangeran Harry bahkan mengatakan tidak ingin apa yang menimpa ibunya terjadi pada keluarganya. Putri Diana, Princess of Wales, meninggal dalam kecelakaan mobil di Paris pada 1997 setelah sempat dikejar kerumunan paparazzi.

"Saya akan selalu melindungi keluarga saya, dan saya sekarang memiliki keluarga yang (harus) dilindungi. Jadi semua yang dia (Diana) alami, dan apa yang terjadi padanya, membuat apa yang terjadi setiap hari menjadi sangatlah penting, dan ini bukan berarti saya paranoid, ini karena saya tidak ingin mengulang apa yang terjadi di masa lalu."

Pangeran Harry lantas melayangkan tuntutan hukum terhadap pemilik tabloid the Sun, the News of the World yang kini sudah tutup, dan the Daily Mirror terkait dugaan peretasan telepon.

Editor : Nathania Riris Michico