Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Para Jenderal Israel Tuduh Netanyahu Ingin Serang Gaza Lagi untuk Cari Alasan Tunda Pemilu
Advertisement . Scroll to see content

Para Perwira Israel Sudah Cepek dengan Netanyahu, Tak Mau Perang Baru Lagi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:15:00 WIB
Para Perwira Israel Sudah Cepek dengan Netanyahu, Tak Mau Perang Baru Lagi
Para perwira senior Israel sudah lelah dengan kemungkinan konflik baru yang tidak memiliki alasan keamanan yang jelas (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEL AVIV, iNews.id - Para perwira senior militer Israel dikabarkan sudah lelah dengan kemungkinan konflik baru yang dinilai tidak memiliki alasan keamanan yang jelas. Mereka menegaskan tidak ingin militer Israel kembali terseret ke dalam perang baru, terutama jika langkah tersebut berkaitan dengan kepentingan politik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Kekhawatiran para jenderal itu muncul karena Netanyahu diduga berupaya meningkatkan kembali eskalasi di Jalur Gaza menjelang pemilihan umum parlemen Israel yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober mendatang.

Surat kabar Israel, Maariv, yang mengutip keterangan pejabat senior militer, melaporkan bahwa Netanyahu diduga tidak ingin konflik yang sedang berlangsung segera berakhir. Karena itu, muncul kekhawatiran dia dapat memerintahkan serangan besar-besaran kembali ke Gaza menjelang pemilu.

Para pejabat militer menilai pertimbangan politik berisiko memengaruhi keputusan mengenai operasi militer Israel. Mereka pun memperingatkan agar militer tidak digunakan untuk kepentingan politik dalam negeri.

"Kami tidak akan terlibat dalam perang baru yang tidak perlu," kata para pejabat militer kepada Maariv, dikutip Minggu (23/8/2026).

Sikap tersebut menunjukkan meningkatnya kekhawatiran di kalangan petinggi keamanan Israel terhadap kemungkinan keputusan militer yang didorong pertimbangan politik. Mereka menginginkan setiap operasi baru memiliki dasar keamanan yang jelas, bukan sekadar menjadi bagian dari strategi menghadapi pemilu.

Perdebatan mengenai kebijakan Netanyahu juga semakin panas di dalam negeri. Kelompok oposisi menuduh perdana menteri memanfaatkan isu keamanan dan ancaman konflik untuk memperkuat posisi politiknya menjelang pemilu.

Selain Gaza, Netanyahu belakangan meningkatkan retorika keras terhadap Turki setelah Israel melancarkan serangan militer terhadap Pangkalan Udara Abu Al Duhur di Suriah.

Sejumlah tokoh oposisi, termasuk mantan Perdana Menteri Ehud Barak dan pemimpin Partai Demokrat Yair Golan, menuding Netanyahu sengaja meningkatkan ketegangan dengan Turki untuk mendapatkan dukungan politik dari kelompok sayap kanan.

Para pejabat keamanan Israel sebelumnya juga memperingatkan agar pemerintah tidak memancing eskalasi yang tidak perlu dengan Turki. Mereka khawatir pernyataan keras Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz justru memperburuk ketegangan dan membuka kemungkinan konflik baru.

Di tengah situasi tersebut, sikap para perwira senior yang menolak perang baru menjadi tekanan tambahan bagi Netanyahu. Pemerintah Israel kini menghadapi tantangan untuk memastikan keputusan keamanan dan militer tidak semakin terseret ke dalam pertarungan politik menjelang pemilu.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut