Para Tahanan Terinfeksi, Penjara-Penjara AS Hadapi Gelombang Besar Corona

Ahmad Islamy Jamil ยท Minggu, 03 Mei 2020 - 13:50 WIB
Para Tahanan Terinfeksi, Penjara-Penjara AS Hadapi Gelombang Besar Corona

Penjara di Amerika Serikat (ilustrasi). (Foto: AFP)

WASHINGTON DC, iNews.id – Gelombang besar penularan infeksi virus corona (Covid-19) berlangsung di kalangan tahanan penjara di Amerika Serikat. Satu penjara di Marion, Negara Bagian Ohio, telah menjadi salah satu tempat paling terinfeksi di seluruh negeri Paman Sam itu, dengan lebih dari 80 persen dari hampir 2.500 narapidana, serta 175 staf setempat, dinyatakan positif Covid-19.

Kematian akibat virus corona pun dilaporkan meningkat di rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas) di seluruh AS. Sayangnya, para pejabat di negara itu tidak dapat memaksakan kebijakan jaga jarak (physical distancing) yang efektif dalam sel-sel yang penuh sesak. Di samping itu, pemerintah setempat juga menghadapi kekurangan tenaga medis dan alat pelindung diri (APD) di mana-mana.

Dilansir AFP, ancaman infeksi Covid-19 terhadap para tahanan penjara di seluruh AS yang totalnya mencapai 2,3 juta orang, semakin mencuat pekan lalu dengan kematian Andrea Circle Bear, seorang tahanan perempuan asli Amerika berusia 30 tahun dari South Dakota.

Andrea hamil ketika dia ditempatkan di Penjara Federal Texas pada Maret lalu atas tuduhan penyalahgunaan narkoba. Tak lama setelah menghuni penjara itu, dia mengalami sakit dan dipasangi ventilator. Perempuan itu lalu melahirkan melalui operasi caesar.

Setelah melahirkan bayinya, Andrea terus menggunakan ventilator dan akhirnya meninggal beberapa pekan kemudian.

Minimnya perlindungan para tahanan serta lambatnya respons dari otoritas penjara telah memicu kerusuhan di sejumlah penjara di Negara Bagian Washington dan Kansas. Sementara itu, penularan wabah Covid-19 di kalangan petugas penjara juga membuat rutan dan lapas lebih sulit untuk dikelola.

CoreCivic, sebuah perusahaan swasta yang mengoperasikan puluhan penjara di seluruh AS, telah melakukan tes Covid-19 terhadap 2.725 narapidana dan para staf di Fasilitas Tahanan Trousdale Turner di Negara Bagian Tennessee. Hasilnya, 1.299 narapidana dan 50 staf positif mengidap virus itu. Hampir semuanya tanpa gejala.

Brian Miller, seorang perwira di penjara Marion, pada minggu ini memperingatkan bahwa situasi yang dihadapi rutan dan lapas di AS kian memburuk. Miller—yang baru saja sembuh dari Covid-19—mengungkapkan, dengan begitu banyaknya rekan-rekannya yang sakit, mereka tidak memiliki cukup banyak staf untuk membersihkan fasilitas penjara dan mengurus para tahanan.

Penjara hanya menawarkan uang lembur 1,85 dolar AS per jam per orang kepada para staf. “Upah ini lebih rendah dari uang lembur yang dibayarkan Starbucks kepada karawan mereka. Padahal, kami menghadapi hal-hal yang di luar batas di penjara ini. Sekarang semua ini seperti neraka,” tuturnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil