Pasukan Israel Mulai Masuki Perbatasan Lebanon, Gelar Serangan Darat
BEIRUT, iNews.id - Tentara Israel menerobos wilayah Lebanon Selatan, Selasa (3/3/2026), setelah menggelar serangan besar-besaran sejak Senin kemarin.
Pasukan perdamaian PBB di Lebanon UNIFIL mengamati pergerakan tentara Israel menyeberangi perbatasan Lebanon seraya menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap Resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB 1701.
“Pasukan penjaga perdamaian mengamati tentara Israel menyeberang ke wilayah Lebanon di dekat Markaba, Al Adeisse, Kfar Kela, dan Ramyah sebelum kembali ke selatan Garis Biru,” bunyi pernyataan UNIFIL.
Sejak konflik terakhir pada 2024, tentara Israel mempertahankan lima posisi dan dua zona penyangga di dalam wilayah Lebanon, langkah yang melanggar Resolusi DK PBB.
Israel Gempur Lebanon usai Serangan Hizbullah, 31 Orang Tewas
UNIFIL juga mencatat beberapa kali serangan udara Israel, ratusan penembakan di sepanjang Garis Biru, perbatasan de facto, dan 84 pelanggaran wilayah udara selama 2 hari terakhir. Sedikitnya 52 orang tewas dan lebih dari 150 lainnya luka akibat serangan udara Israel di seluruh Lebanon sejak Senin.
Sementara itu kelompok Hizbullah menembakkkan puluhan roket dan peluru ke wilayah Israel.
Israel-Hizbullah Berbalas Serangan, Presiden Lebanon Murka Negaranya Terseret Perang
“Masing-masing insiden ini merupakan pelanggaran serius terhadap resolusi 1701,” demikian isi pernyataan UNIFIL.
Pasukan perdamaian PBB terus melakukan kontak dengan Lebanon dan Israel, serta berkoordinasi untuk menyerukan deeskalasi.
Resolusi 1701, yang diadopsi pada Agustus 2006, menyerukan penghentian permusuhan antara Israel dan Hizbullah serta pembentukan zona bebas senjata antara Garis Biru yang ditetapkan PBB dan Sungai Litani, kecuali untuk pasukan tentara Lebanon dan UNIFIL.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan telah melancarkan serangan darat ke Lebanon selatan untuk membangun zona keamanan serta menempatkan pasukan di titik-titik strategis. Alasan mereka adalah melindungi permukiman Israel dari potensi serangan dari dalam Lebanon.
Editor: Anton Suhartono