Paus Ajak Pemimpin Dunia Cegah Kekerasan Baru
VATIKAN, iNews.id – Paus Fransiskus kembali menyerukan pentingnya kebijaksanaan dan kehati-hatian dalam menyikapi keputusan Amerika Serikat (AS) mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Paus berharap semua negara berkomitmen mencegah terjadinya kekerasan baru yang semakin luas (spiral of violence).
"Paus memperbarui permohonannya, mengucapkan doa dengan sungguh-sungguh agar para pemimpin negara berkomitmen untuk mencegah spiral kekerasan baru," bunyi pernyataan Vatikan pada Minggu (10/12/2017), dikutip Washington Post.
"Pada saat bersamaan Paus meyakini hanya negoisasi antara Israel dan Palestina yang dapat membawa perdamaian abadi dan menjamin konsistensi damai dua negara dalam batas yang diakui internasional," lanjut pernyataan tersebut.
Pada Rabu lalu, Paus meminta semua orang untuk menghormati status quo Yerusalem sebagaimana tertera di resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Status quo itu berarti pemahaman bersama di antara komunitas keagamaan terhadap tempat-tempat suci di Yerusalem dan Bethlehem. Tiga agama, yakni islam, kristen, dan yahudi memiliki tempat suci di kedua wilayah tersebut.
Demonstrasi Meluas
Rencana AS memindahkan kantor kedutaan mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem yang diakui sebagai Ibu Kota Israel terus memantik kemarahan dunia. Aksi demonstrasi menentang rencana itu meletus di sejumlah negara di Asia bahkan Eropa.
Unjuk rasa besar-besaran juga berlangsung di depan Kedutaan Besar AS di Beirut, Lebanon, pada Minggu (10/12/2017). Para demonstran yang sebagian di antaranya membawa atribut Palestina melempari petugas keamanan dan membakar ban di jalan di dekat kedutaan. Massa bahkan merobohkan gerbang pagar besi di kompleks diplomatik tersebut.
Kedutaan Besar AS di Beirut telah mengantisipasi keadaan ini dan mengeluarkan peringatan pada warga dan stafnya.“Kedutaan Besar AS Beirut mengingatkan warga AS tentang perlunya berhati-hati dan kesadaran akan keamanan pribadi. Kami mendesak warga AS untuk menghindari semua demonstrasi," bunyi peringatan tersebut.
Eskalasi kekerasan di Jalur Gaza juga belum tak kendur. Pada Minggu, pasukan Israel kembali menghancurkan terowongan yang digali kelompok pejuang islam Hamas dari Jalur Gaza ke wilayah mereka.
Juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Jonathan Conricus mengklaim, terowongan yang dihancurkan itu telah mendekati wilayah permukiman Israel. Tidak ada korban jiwa dalam serangan ini. "IDF (pasukan pertahanan Israel) akan terus menemukan dan menghancurkan terowongan teror itu," katanya.
Pada bagian lain, seorang petugas keamanan Israel ditusuk warga Palestina di Terminal Bus Pusat Yerusalem. Juru Bicara Kepolisian mengungkapkan, petugas itu terluka parah, sementara pelaku penusukan telah ditahan.
Editor: Zen Teguh