PBB Belum Bisa Pastikan Rudal yang Menghantam Fasilitas Minyak Saudi Buatan Iran

Anton Suhartono ยท Rabu, 11 Desember 2019 - 17:14 WIB
PBB Belum Bisa Pastikan Rudal yang Menghantam Fasilitas Minyak Saudi Buatan Iran

Antonio Guterres (Foto: AFP)

NEW YORK, iNews.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres menegaskan organisasi tak bisa mengonfirmasi apakah rudal dan drone yang digunakan untuk menyerang dua fasilitas minyak Aramco, Arab Saudi, pada September lalu merupakan buatan Iran.

Serangan itu menyebabkan Saudi harus mengurangi produksi minyak hingga setengah selama beberapa pekan yang dampaknya mengurangi pasokan minyak dunia sebesar 5-6 persen.

Hasil penyelidikan Saudi, Amerika Serikat, dan beberapa negara Eropa menyatakan, persenjataan rudal dan drone yang digunakan merupakan buatan Iran, meskipun belum ada bukti bahwa negara itu terlibat langsung.

Dalam laporan 6 bulanan kepada Dewan Keamanan (DK) PBB mengenai program nuklir Iran, seperti juga diperlihatkan kepada AFP, Guterres mengatakan, para penyelidik PBB sudah diberi akses untuk mempelajari puing-puing rudal dan drone yang digunakan dalam serangan.

Namun berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kata dia, belum bisa menguatkan bahwa rudal jelajah dan pesawat tak berawak yang digunakan dalam serangan ini berasal dari Iran," kata laporan itu.

Dia menegaskan, penyelidikan masih berlanjut dan akan diserahkan ke DK setelah selesai.

Sepekan setelah serangan, Saudi membeberkan bukti-bukti untuk memperkuat klaim mereka bahwa Iran menjadi dalang di balik serangan fasilitas minyak. Saudi menunjukkan puing-puing drone dan rudal yang ditemukan di lokasi serangan yakni dua kilang minyak Aramco di Abqaiq dan Khura.

Juru bicara pasukan koalisi Saudi, Turki bin Saleh Al Maliki, mengatakan ada 25 drone dan rudal digunakan dalam serangan pada Sabtu 14 September 2019 dini hari.

Sementara itu, Iran membantah terlibat dalam serangan, dan menyebut tuduhan Saudi dan AS tidak berarti dan sia-sia.


Editor : Anton Suhartono