PBB: Rakyat Korea Utara Hidup Miskin karena Terkepung Siklus Korupsi
Laporan berjudul The Price Is Right (Harganya Tepat) itu berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan 214 pembelot dari Korea Utara pada 2017 dan 2018.
Laporan itu mencatat gagalnya sistem distribusi pada 1990-an dan menyebabkan sekitar tiga perempat penduduk mencari kebutuhan ke pasar gelap karena jatah harian tak lagi mencukupi untuk bertahan hidup.
"Bila kami ikuti perintah dari negara, kami akan meninggal karena kelaparan," kata salah seorang pembelot.
Namun pasar-pasar yang menyediakan kebutuhan sehari-hari sangat rentan suap. Akibatnya rakyat yang ingin membeli kebutuhan harus menyuap.
Menurut laporan PBB, mereka yang mencoba menjual di pasar gelap seperti ini menghadapi kemungkinan penahanan. Badan dunia ini menyoroti perempuan yang ingin bekerja yang disebut kelompok paling rentan.