Pejabat Top Kesehatan AS Kritik Trump dan Puji Biden Jelang Pilpres, Gedung Putih Meradang
WASHINGTON DC, iNews.id – Salah satu pejabat top kesehatan AS, Anthony Fauci, kembali bersilang pendapat dengan atasannya di Gedung Putih, yakni Presiden Donald Trump. Perselisihan tersebut dipicu oleh pernyataan Fauci yang mendesak adanya perubahan kebijakan AS dalam penanganan Covid.
Pernyataan pakar imunologi AS itu tak pelak menuai teguran tajam dari pemerintahan Trump di hari-hari terakhir kampanye pemilu yang semakin keras. Dalam sebuah wawancara di Washington Post pada Minggu (1/11/2020), Fauci memperingatkan bahwa Amerika Serikat sedang menuju kesakitan yang semakin banyak, kecuali negara itu membuat "perubahan mendadak" dalam praktik kesehatan.
Peringatan Fauci itu bukan tanpa alasan. Banyak orang Amerika mengabaikan protokol kesehatan, dan banyak pula rumah sakit di negeri Paman Sam berada dalam tekanan yang parah di saat cuaca dingin dan musim flu tiba sekarang ini. “Ini bukan situasi yang baik,” ujar Fauci, dikutip kembali AFP, Senin (2/11/2020).
Virus corona telah merenggut nyawa lebih dari 230.000 penduduk di AS. Pekan lalu, negara itu mencatat rekor lonjakan infeksi Covid harian, bahkan menjadi yang terbanyak di seluruh dunia, yakni menembus 100.000 kasus baru dalam tempo 24 jam pada Jumat (30/10/2020).
Juru Bicara Gedung Putih, Judd Deere, memberikan tanggapan pedas kepada Fauci. Dia menuding dokter senior itu sedang “bermain politik” menjelang Pilpres AS 2020—yang akan digelar pada 3 November.
“(Pernyataan Fauci) ini tidak dapat diterima dan melanggar semua norma bagi Dr Fauci, seorang anggota senior Satgas Covid Presiden dan seseorang yang memuji tindakan Presiden Trump selama pandemi ini,” kata Deere dalam sebuah pernyataan.
Dia mengecam Fauci karena memilih untuk mengkritik Trump secara terbuka di media dan membuat kecenderungan politik sang dokter diketahui publik dengan memuji lawan calon presiden petahana itu, yakni Joe Biden.