Pelaku Penembakan di Depan Markas Intelijen Rusia Pria 39 Tahun yang Gemar Main Senjata

Anton Suhartono ยท Jumat, 20 Desember 2019 - 16:25 WIB
Pelaku Penembakan di Depan Markas Intelijen Rusia Pria 39 Tahun yang Gemar Main Senjata

Pelaku penembakan di depan markas pusat FSB diketahui pria 39 tahun yang gemar menembak (Foto: AFP)

MOSKOW, iNews.id - Media Rusia merilis sedikit indentitas pelaku penembakan di Jalan Bolshaya Lubyanka, depan markas intelijen dinas keamanan FSB, dulunya KGB, di Moskow, Kamis (19/12/2019) sore.

Penembakan itu menewaskan seorang agen dan melukai lima lainnya, salah satunya warga sipil. Pelaku tewas dengan luka tembak di kepala sehingga wajahnya penuh dengan darah, sebagaimana foto yang beredar di aplikasi layanan pesan singkat Telegram.

Pria tersebut diketahui berusia 39 tahun yang tinggal di Kota Podolsk, sekitar 40 kilometer dari Moskow.

Otoritas Rusia belum mengungkap identitas pelaku secara resmi, namun media menyebut dia merupakan mantan petugas keamanan yang kini menekuni hobi menembak.

Menurut tabloid Komsomolskaya Pravda, pelaku sedang mengikuti kompetisi menembak di klub milik Oleg Solovich.

Menurut Solovich, pria tersebut memiliki senjata secara sah tapi kemampuan menembaknya masih buruk.

Seorang petugas Komite Penyelidikan mengatakan motif penembakan belum bisa dipastikan, termasuk apakah ada unsur terorisme atau tidak.

"Dia bisa diajak bicara," kata Solovich, seraya menambahkan, pelaku memiliki senjata bersertifikat selama lebih 5 tahun, seperti dikutip dari AFP, Jumat (20/12/2019).

Menurut Solovich, dengan izin 5 tahun yang dikantongi berarti negara memiliki kepercayaan penuh kepada pelaku soal senjata.

Sementara itu ibu pelaku mengatakan kepada Komsomolskaya Pravda, putranya belum lama berhenti bekerja. Disebutkan, dia sedang berhubungan dengan orang Arab dan beberapa kali berbicara di telepon.

"(Dia) Biasa berbicara di telepon dengan beberapa orang Arab," kata sang ibu, seraya menambahkan, dia dia mengerti apa isi percakapan karena menggunakan bahasa Inggris.

Rusia dilanda serentetan serangan dalam beberapa tahun terakhir di mana kelompok ekstremis Islam menajadi tertuduh.

Pengadilan Rusia pada awal bulan ini menjatuhkan hukuman penjara kepada 11 orang, salah satunya divonis seumur hidup, terkait serangan bom di stasiun Saint Petersburg pada 2017. Serangan itu menewaskan 15 orang dan melukai puluhan lainnya.

Tahun lalu, seorang pria 17 tahun meledakkan diri di pintu masuk markas wilayah FSB di Arkhangelsk.

Editor : Anton Suhartono