Pelosi: Langkah AS Keluar dari WHO Bikin Jutaan Warganya Terancam

Arif Budiwinarto ยท Kamis, 09 Juli 2020 - 15:13:00 WIB
 Pelosi: Langkah AS Keluar dari WHO Bikin Jutaan Warganya Terancam
Ketua DPR Amerika Serikat , Nancy Pelosi (foto: ist)

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) resmi mengundurkan diri dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Langkah tersebut dinilai membawa AS ke situasi sulit di tengah pandemi Covid-19.

Pemberitahuan pengunduran diri AS dari WHO telah disampaikan ke senat dan PBB pada Rabu (8/7/2020) kemarin. Dalam surat resmi yang dikirimkan, Amerika akan meninggalkan WHO pada 6 Juli 2021.

Saat ini sampai setahun kedepan, Sekretaris Jenderal PBB tengah memverifikasi apakah negara AS memenuhi semua syarat pengunduran diri mereka.

Keputusan tersebut dinilai sebagai buntut dari pernyataan Presiden Donald Trump yang kecewa pada badan pimpinan Dr Tedros Adhanom Gebreyesus itu. Trump menilai WHO menyesatkan dunia dengan memberikan informasi salah terkait Covid-19.

Selain itu, Trump juga menuding WHO ada main mata dengan China di tengah penyebaran masif virus yang telah mengifeksi lebih dar 12 juta orang di dunia.

Trump kemudian mengambil keputusan untuk menangguhkan pendanaan senilai lebih dari 200 juta dolar AS (sekitar Rp1,8 triliun) kepada WHO sejak Mei lalu. Sebagai informasi, AS merupakan negara penyumbang dana terbesar bagi badan di bawah PBB itu.

Langkah AS keluar dari WHO dikritik Ketua DPR AS, Nancy Pelosi. Lewat akun twitter-nya, Pelosi menyebut keputusan Trump justru menempatkan AS dalam bahaya besar di tengah pandemi Covid-19.

"WHO mengoordinasikan perang melawan Covid-19," kicau Pelosi.

"Dengan jutaan nyawa terancam, presiden melumpuhkan upaya internasional untuk mengalahkan virus," lanjutnya.

Sebelumnya, kritik juga dilontarkan senator Robert Menendez dari Partai Demokrat. Robert tak yakin AS mampu mengatasi wabah Covid-19 sendiri, sementara faktanya jumlah kasus baru dan kematian dalam negeri terus bertambah setiap harinya.

"Ini (keluar dari WHO) tidak akan melindungi hidup atau kepentingan orang Amerika. Hanya membuat Amerika sakit dan sendirian," kata Robert dikutip dari CNN, Rabu (8/7/2020) kemarin.

Editor : Arif Budiwinarto