Pembunuhan Khashoggi, Pangeran Saudi: CIA Tak Bisa Dipercaya
Menurutnya, kesalahan kesimpulan itu menunjukkan agen intelijen AS tersebut tidak dapat diandalkan.
"Itu yang paling mencolok dari penilaian yang tidak akurat dan salah, yang menyebabkan perang skala penuh dengan ribuan orang terbunuh," katanya, ketika berbicara pada acara yang diselenggarakan oleh Beirut Institute.
"Saya tidak mengerti mengapa CIA tidak diadili di Amerika Serikat," ujarnya.
Kesimpulan CIA yang dibocorkan sejumlah media AS, termasuk Reuters, menyatakan MBS secara pribadi memerintahkan pembunuhan terhadap Khashoggi, jurnalis pengkritik rezim kerajaan.
Jurnalis itu dibunuh tim algojo Riyadh yang berjumlah sekitar 15 orang di Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018. Korban mendatangi konsulat untuk mendapatkan dokumen perceraian yang dia butuhkan sebagai syarat untuk menikah lagi dengan tunangannya asal Turki.
"Ini adalah jawaban saya untuk penilaian mereka tentang siapa yang bersalah dan siapa yang tidak dan siapa yang melakukan apa di konsulat di Istanbul," imbuh Pangeran Turki Al Faisal.