Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Amerika Ambil Alih Pemerintahan Venezuela, Ini Tanggapan Karakas
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah AS Tepis Rencana Relokasi 1 Juta Warga Gaza ke Libya

Senin, 19 Mei 2025 - 13:52:00 WIB
Pemerintah AS Tepis Rencana Relokasi 1 Juta Warga Gaza ke Libya
Kedutaan Besar AS di Tripoli menepis laporan surat kabar NBC News soal rencana relokasi 1 juta warga Gaza ke Libya (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TRIPOLI, iNews.id - Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Tripoli menepis laporan surat kabar NBC News soal rencana relokasi 1 juta warga Gaza ke Libya.

"Laporan mengenai dugaan rencana merelokasi warga Gaza ke Libya tidak benar," bunyi pernyataan singkat Kedubes AS, di media sosial X, dikutip Senin (19/5/2025).

NBC News, mengutip keterangan lima sumber pejabat dan mantan pejabat AS, pada 15 Mei melaporkan pemerintahan Presiden Donald Trump sedang membuat rencana untuk merelokasi secara permanen 1 juta warga Gaza ke Libya.

Rencana tersebut masih dalam pertimbangan serius, termasuk membahasnya dengan para pemimpin Libya. Sebagai imbalan karena mau menampung warga Palestina, Libya akan mendapat pencairan dana miliaran dolar yang dibekukan AS lebih dari 10 tahun lalu.

Meski demikian belum ada hasil final dari rencana tersebut. Pemerintah AS dilaporkan juga telah mendiskusikan masalah ini dengan Israel.

Dewan Keamanan Nasional dan Departemen Luar Negeri AS sebelumnya juga menepis rencana itu.

"Situasi di lapangan tidak memungkinkan untuk menerapkan rencana semacam itu. Rencana semacam itu tidak dibahas dan tidak masuk akal," kata seorang juru bicara.

Para sumber tersebut tak bisa menentukan kapan atau bagaimana merelokasi 1 juta warga Gaza ke Libya dilaksanakan. Upaya semacam itu kemungkinan besar akan sangat mahal dan tidak jelas bagaimana pemerintahan Trump akan membiayainya. 

Trump di masa awal pemerintahan mengatakan ingin mengambil alih Jalur Gaza serta memindahkan penduduknya ke Mesir dan Yordania. Rencana itu langsung ditolak oleh kedua negara serta pemimpin Arab lainnya.

Warga Gaza juga menolak dengan tegas rencana memindahkan mereka ke luar Gaza. Pemindahan tersebut tak ada bedanya dengan peristiwa Nakba tahun 1948, saat ratusan ribu warga Palestina kehilangan rumah mereka akibat pembentukan negara Israel.

Dalam lawatan ke Timur Tengah pekan lalu, Trump kembali mengulangi pernyataannya dengan mengatakan Gaza seharusnya menjadi zona kebebasan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut