Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mobil Rombongan Polisi Ditembaki KKB di Tolikara, 1 Anggota Terluka
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah Selandia Baru Tanggung Biaya Pemakaman Korban Penembakan

Senin, 18 Maret 2019 - 08:05:00 WIB
Pemerintah Selandia Baru Tanggung Biaya Pemakaman Korban Penembakan
PM Selandia Baru Jacinda Ardern. (FOTO: Hagen Hopkins/Getty Images)
Advertisement . Scroll to see content

WELLINGTON, iNews.id - Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan program Accident Compensation Corporation (ACC) dari pemerintahannya akan membantu menutupi biaya pemakaman semua korban serangan teror Christchurch.

Ardern mengatakan, ACC dan Kementerian Pembangunan Sosial menempatkan lebih banyak staf di Christchurch.

"Untuk ACC -seperti yang saya katakan sebelumnya status imigrasi bukan merupakan faktor- itu didasarkan pada peristiwa yang terjadi di Selandia Baru. Dalam peristiwa seperti ini, pembunuhan, keluarga memenuhi syarat untuk mendapatkan dana pemakaman sekitar 10.000 dolar," demikian pernyataan yang dirilis di situs pemerintah, seperti dilaporkan Anadolu, Senin (18/3/2019).

Ardern mengatakan Pemerintah Selandia Baru berharap mengembalikan semua jasad korban kepada keluarga yang ditinggalkan pada Rabu (20/3) mendatang.

Ardern juga menyebut 34 orang masih berada di Rumah Sakit Christchurch. Sebanyak 12 dari meraka berada di unit perawatan intensif dalam kondisi kritis.

Seorang gadis berusia empat tahun yang dipindahkan ke Rumah Sakit Starship di Auckland tetap dalam kondisi kritis.

Sedikitnya 50 orang tewas ketika seorang teroris bernama Brenton Harrison Tarrant (28) menembaki para jemaah pada waktu salat Jumat di masjid Al Noor dan Masjid Linwood di Christchurch, Jumat (15/3). Pelaku menyiarkan secara langsung serangan tersebut lewat media sosial.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu (16/3) mengatakan ada tiga orang Turki termasuk di antara yang terluka dalam serangan teror itu.

Sementara, warga negara Indonesia (WNI) yang jadi korban ada tiga orang, yakni Lilik Abdul Hamid serta Zulfirman Syah dan anaknya. Lilik meninggal dunia setelah menerima perawatan di RS.
Sementara Zulfirman dan anaknya masih dirawat dan dalam kondisi stabil.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut