Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Arab Saudi Eksekusi Mati Pria-Wanita karena Berbuat Asusila di Masjid Kota Makkah
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah Yaman Kirim Pesan Keras ke Iran: Setop Pasok Senjata Houthi!

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:37:00 WIB
Pemerintah Yaman Kirim Pesan Keras ke Iran: Setop Pasok Senjata Houthi!
Pemerintah Yaman mendesak Iran menghentikan pasokan senjata dan dukungan finansial kepada kelompok Houthi (Foto: Anshar Allah via AP)
Advertisement . Scroll to see content

ADEN, iNews.id - Pemerintah Yaman mendesak Iran menghentikan pasokan senjata dan dukungan finansial kepada kelompok Houthi yang berperang melawan pemerintahan sah negara itu. Desakan tersebut disampaikan setelah Teheran menawarkan diri menjadi mediator untuk mengakhiri konflik Yaman.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Yaman Afrah Al Zouba menilai Iran tidak layak menjadi penengah karena justru dituding sebagai pihak yang memicu konflik melalui dukungannya terhadap Houthi. Dia menuduh Teheran memasok rudal, drone, keahlian militer, hingga dana untuk kelompok tersebut.

Al Zouba juga meminta Iran menghormati kedaulatan Yaman dan mematuhi hukum internasional, alih-alih menawarkan mediasi atas konflik yang menurutnya turut diperburuk oleh campur tangan Teheran.

Penolakan itu muncul setelah Menlu Iran Abbas Araghchi menyatakan negaranya siap membantu mengakhiri konflik Yaman jika diminta. Araghchi menyampaikan tawaran tersebut kepada Menlu Mesir Badr Abdelatty di sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Baghdad, Irak.

Dalam pernyataan di akun media sosial X bertajuk “Rezim Teheran adalah Pihak dalam Perang terhadap Rakyat Yaman, Bukan Mediator”, Al Zouba mempertanyakan kredibilitas Iran untuk menjadi penengah.

“Ketika menteri luar negeri Iran dan para pejabatnya menawarkan 'mediasi' di Yaman, mereka menawarkan mediasi atas perang yang dipicu oleh kudeta milisi teroris Houthi dengan dukungan rezim mereka,” kata Al Zouba, seperti dilaporkan Anadolu, Minggu (18/10/2026).

Dia menilai tawaran mediasi Iran tidak dapat dipisahkan dari dukungan Teheran terhadap Houthi. Menurutnya, Iran justru memanfaatkan Yaman sebagai alat tawar-menawar dalam konflik kawasan.

Houthi Dituding Serang Wilayah Pemerintah Yaman

Al Zouba menuding Houthi terus mengintensifkan serangan terhadap wilayah Yaman yang dikuasai pasukan pemerintah. Kelompok tersebut disebut menargetkan istana presiden di Aden, menyerang bandara, mengepung Taiz, serta menembaki permukiman penduduk.

Houthi juga dituduh menyerang warga sipil di Marib dan sejumlah provinsi lainnya. Di luar Yaman, kelompok tersebut turut dituding melancarkan serangan terhadap bandara dan fasilitas sipil di Arab Saudi.

Pemerintah Yaman menilai dukungan militer Iran terhadap Houthi berpotensi memperpanjang konflik sekaligus mengancam keamanan regional. Al Zouba juga menuduh Teheran memanfaatkan kelompok tersebut untuk mengancam jalur pelayaran internasional.

Dia menilai pernyataan Araghchi mengenai mediasi dapat memprovokasi rakyat Yaman, terutama keluarga korban yang tewas dalam serangan menggunakan senjata yang disebutnya berasal dari Iran.

Yaman Tolak Houthi Dianggap Mewakili Negara

Pemerintah Yaman juga menolak penyebutan Houthi sebagai “angkatan bersenjata Yaman”. Menurut Al Zouba, kelompok tersebut tidak mewakili seluruh rakyat Yaman dan tidak memiliki legitimasi untuk mengambil keputusan atas nama negara.

Sikap itu muncul ketika Houthi masih menolak sejumlah upaya perdamaian regional dan internasional, termasuk peta jalan yang diajukan Arab Saudi untuk menghidupkan kembali proses politik di Yaman.

Al Zouba menuduh Houthi memanfaatkan peluang deeskalasi untuk mengumpulkan kembali kekuatan dan persenjataan. Dia mengaitkan situasi tersebut dengan dugaan upaya Iran menjadikan konflik Yaman sebagai instrumen untuk memperkuat posisi tawarnya di kawasan.

“Semua ini tidak bisa dipisahkan dari upaya rezim Iran untuk menggunakan Yaman sebagai alat tawar-menawar,” katanya.

Desakan agar Iran menghentikan dukungan kepada Houthi kini menjadi salah satu pokok perselisihan antara Teheran dan pemerintah Yaman. Bagi Al Zouba, penghentian dukungan tersebut, penghormatan terhadap kedaulatan Yaman, dan kepatuhan pada hukum internasional lebih penting daripada tawaran mediasi yang diajukan Iran.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut