Pemerintahan Taliban Belum Bisa Pidato Wakili Afghanistan di Sidang Umum PBB

Anton Suhartono ยท Sabtu, 25 September 2021 - 06:39:00 WIB
Pemerintahan Taliban Belum Bisa Pidato Wakili Afghanistan di Sidang Umum PBB
Amir Khan Muttaqi, menlu Afghanistan yang ditunjuk Taliban belum bisa menyampaikan pidato di Sidang Majelis Umum PBB tahun ini (Foto: Reuters)

NEW YORK, iNews.id - Duta Besar (Dubes) Afghanistan untuk PBB dari pemerintahan yang digulingkan Taliban, Ghulam M Isaczai, kemungkinan akan menyampaikan pidato di Sidang Majelis Umum PBB pada Senin mendatang. Nama Isaczai masih terdaftar dalam daftar dubes yang diakui berdasarkan aturan di Majelis Umum PBB, meskipun pemerintahan sudah berganti ke Taliban.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Afghanistan yang ditunjuk Taliban Amir Khan Muttaqi pada Senin lalu juga mengajukan untuk berbicara di sidang umum, namun permintaannya tak bisa dipenuhi untuk saat ini. 

"Untuk saat ini perwakilan Afghanistan yang tercantum dalam daftar untuk (pidato) hari Senin adalah Ghulam M Isaczai," kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric, dikutip dari Reuters, Sabtu (25/9/2021).

Dalam surat yang ditujukan kepada Sekjen PBB Antonio Guterres pada Senin lalu, pemerintahan Taliban juga menunjuk juru bicara yang berbasis di Doha, Qatar, Suhail Shaheen, sebagai duta besar Afghanistan untuk PBB yang baru, menggantikan Izaczai.

Masalah perwakilan resmi PBB ini ditangani oleh komite kredensial terdiri dari sembilan negara, termasuk Amerika Serikat, China, dan Rusia. Biasanya komite menggelar pertemuan pada Oktober atau November sehingga permintaan Muttaqi tak bisa direalisasikan dalam waktu singkat.

Sampai keputusan yang baru dibuat komite kredensial, Isaczai akan tetap diakui sebagai wakil sah Afghanistan, demikian termaktub dalam aturan Majelis Umum.

Perwakilan Myanmar Tak Akan Berpidato

Myanmar dipastikan tak akan mengirim perwakilan untuk berpidato di Sidang Majelis Umum PBB. Sama seperti masalah Afghanistan, status Duta Besar Myanmar untuk PBB dari pemerintahan Aung San Suu Kyi yang digulingkan Kyaw Moe Tun masih belum jelas.

"Pada titik ini, Myanmar tidak akan berpidato," kata Dujarric.

Kyaw Moe Tun pada awalnya diharapkan menyampaikan pidato pada Senin atau bersamaan dengan hari terakhir Sidang Majelis Umum PBB. Namun para diplomat mengatakan, komite kredensial mencapai kesepakatan di mana Rusia dan China tidak keberatan Kyaw Moe Tun tidak berpidato.

"Saya menarik diri dari daftar pidato dan tidak akan berbicara pada sidang debat ini," kata Kyaw Moe Tun.

Pemerintahan junta Myanmar sudah mengajukan nama lain yakni veteran militer Aung Thurein untuk menjadi dubes PBB menggantikan Kyaw Moe Tun.

Editor : Anton Suhartono

Bagikan Artikel: