Pemilu AS: Demokrat Menang Telak atas Republik di DPR-Senat, Ini Perolehan Suaranya
WASHINGTON, iNews.id - Partai Demokrat meraih kemenangan yang meyakinkan atas Republik dalam pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS) yang digelar Selasa (3/11/2026). Dua kamar Kongres, yakni DPR dan Senat direbut kembali, bahkan dengan perolehan kursi yang terpaut jauh dari Partai Republik.
Bukan hanya itu, para politisi Demokrat juga memenangkan pemilihan gubernur, sehingga kini menguasai 28 negara bagian dari total 50, sementara Republik menguasai 20 wilayah.
Hasil ini menjadi pukulan politik telak bagi Presiden Donald Trump yang harus menjalani 2 tahun sisa kekuasannya, mungkin tanpa dukungan dari Kongres.
Sebelum pemilu paruh waktu ini, Republik menguasai Senat dengan perolehan kursi 53 berbanding 47 milik Demokrat. Sementara di DPR, Republik memiliki 219 kursi, melawan Demokrat yang meraih 215 kursi.
Setelah pemilu, berdasarkan hasil proyeksi beberapa media massa, kondisi berbalik drastis.
Kemenangan Telak di Senat
Di Senat, Partai Demokrat diproyeksikan akan memegang mayoritas 54 kursi, sementara Republik 44 kursi. Artinya, Demokrat mendapat tambahan tujuh kursi.
Di Kansas, kandidat dari Demokrat Adam Hamilton mencetak sejarah, memenangkan kursi Senat padahal wilayah itu dikuasai Partai Republik sejak 1932.
Kandidat lainnya, James Talarico, mengalahkan calon dari Republik, Ken Paxton, di Texas, menjadikannya senator dari Partai Demokrat pertama di negara bagian tersebut sejak 1988.
Di Maine, Troy Jackson mengalahkan senator petahana dari Partai Republik, Susan Collins, yang telah menjabat cukup lama. Kemenangan ini menandai keberhasilan pertama Partai Demokrat di Senat untuk negara bagian tersebut sejak 1988.
Kandidat Demokrat lainnya, Annie Andrews mengalahkan Darline Graham di Carolina Selatan, juga merebut kursi yang sebelumnya dikuasai Partai Republik untuk pertama kali sejak 1998. Andrews juga menjadi perempuan pertama yang terpilih menjadi anggota Senat AS dari Carolina Selatan.
Di Carolina Utara, politisi Demokrat Roy Cooper mengalahkan kandidat Partai Republik Michael Whatley. Sementara Josh Turek menang di Iowa dan menjadi mantan atlet Paralimpiade pertama yang terpilih masuk ke Senat. Ini merupakan kemenangan pertama Demokrat untuk kursi Senat di kedua negara bagian tersebut sejak 2008.
Politisi Demokrat Sherrod Brown juga mengalahkan kandidat Partai Republik Jon Husted di Ohio, merebut kursi yang sebelumnya dipegang oleh Wakil Presiden JD Vance.
Selanjutnya, di Michigan, politisi Demokrat Abdul El Sayed mengalahkan kandidat Partai Republik Mike Rogers, menjadikannya sebagai Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Senat AS.
Kandidat Demokrat Peggy Flanagan memenangkan kursi Senat dari Minnesota, menjadikannya perempuan penduduk asli Amerika pertama yang terpilih duduk di majelis tersebut.
Kandidat Demokrat Jeff Merkley terpilih kembali di Oregon. Sementara Jon Ossoff mengalahkan kandidat Republik Mike Collins di Georgia.
Di New Hampshire, kandidat Demokrat Chris Pappas memenangkan kursi yang ditinggalkan Senator Jeanne Shaheen yang memutuskan untuk pensiun.
Sementara itu Partai Republik mempertahankan kursi di Senat melalui Tom Cotton di Arkansas, Kevin Hern di Oklahoma, Ashley Moody di Florida, dan Julia Letlow di Louisiana.
Demokrat Kuasai DPR
Partai Demokrat juga berhasil menguasai DPR yang beranggotakan 435 orang, melampaui ambang batas 218 kursi yang diperlukan untuk meraih mayoritas.
Bersarkan penghitunyan hingga Rabu malam WIB, Partai Demokrat telah mengamankan setidaknya 228 kursi, sementara Republik 139 kursi. Ini berarti, sejauh ini Partai Republik mendapat tambahan 27 kursi di DPR.
Empat anggota parlemen Muslim petahana terpilih kembali untuk duduk di DPR, sementara dua perwakilan Muslim baru turut terpilih.
Di Distrik Kongres ke-5 Louisiana, kandidat Demokrat Patricia Moore dan kandidat Republik Gabe Firment melaju ke putaran kedua karena tidak ada satu pun kandidat yang meraih lebih dari 50 persen suara.
Pengambilalihan kendali oleh Partai Demokrat ini memungkinkan mereka untuk memimpin komite-komite kongres, meluncurkan penyelidikan terhadap pemerintahan Trump, serta menghalangi inisiatif legislatif Partai Republik setelah Kongres baru bersidang pada Januari 2027.
Pemimpin Demokrat di DPR, Hakeem Jeffries, berpeluang menjadi Ketua DPR berkulit hitam pertama dalam sejarah AS.
Partai Demokrat Raih Kemenangan Bersejarah dalam Pilgub
Partai Demokrat juga memperluas kendali mereka atas jabatan gubernur negara bagian, dengan memenangkan 28, dibandingkan dengan 20 negara bagian yang dimenangkan Partai Republik. Seementara dua wilayah lainnya belum diputuskan.
Di Georgia, kandidat Demokrat Keisha Lance Bottoms mengalahkan kandidat Republik Rick Jackson, sekaligus mengakhiri lebih dari 2 dekade kekuasaan Partai Republik.
Bottoms juga menjadi perempuan kulit hitam pertama yang terpilih sebagai gubernur negara bagian AS.
Di Texas, kandidat Demokrat Gina Hinojosa mengalahkan gubernur petahana dari Partai Republik, Greg Abbott, sekaligus mengakhiri 30 tahun kekuasaan Partai Republik. Hinojosa juga menjadi gubernur perempuan Latin pertama di negara bagian tersebut.
Kandidat Demokrat Deb Haaland memenangkan pemilihan gubernur di New Mexico, menjadikannya perempuan penduduk asli Amerika pertama yang terpilih sebagai gubernur dalam sejarah AS.
Trump Siap Bekerja Sama dengan Demokrat
Menanggapi hasil pemilu tersebut, Trump mengatakan para pemilih mendukung kebijakannya terkait Iran, namun kemungkinan tidak bersedia menanggung dampak jangka pendek berupa kenaikan harga bensin.
Dia pun memuji para kandidat dari Partai Demokrat karena telah berkampanye dengan gigih, seraya menegaskan hasil pemilu paruh waktu kali ini bukan serangan terhadap dirinya.
Trump menegaskan kesediaannya untuk bekerja sama dengan Partai Demokrat dalam banyak hal, termasuk masalah imigrasi.
Namun, dia menutup pintu untuk bekerja sama dalam hal yang dia sebut sebagai "open border".
Editor: Anton Suhartono