Pemilu Israel, Partai Likud Pimpinan Netanyahu Unggul dengan Perolehan 31 Kursi

Ahmad Islamy Jamil ยท Rabu, 02 November 2022 - 17:18:00 WIB
Pemilu Israel, Partai Likud Pimpinan Netanyahu Unggul dengan Perolehan 31 Kursi
Mantan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berpeluang untuk menjadi perdana menteri lagi. (Foto: Reuters)

TEL AVIV, iNews.id – Komisi Pemilihan Pusat Israel telah memproses 84,7 persen surat suara pemilu di negara itu. Hasil sementara, Partai Likud pimpinan mantan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu unggul.

The Jerusalem Post melansir, hasil penghitungan suara pada Rabu (2/11/2022) hingga pukul 09.55 siang waktu setempat menunjukkan, Likud menjadi pemegang kursi terbesar di Knesset (Parlemen Israel) dengan perolehan 31 kursi. Sementara Partai Yesh Atid pimpinan Perdana Menteri Yair Lapid berada di urutan kedua dengan 24 kursi. 

Partai Religius Zionisme berada di peringkat ketiga dengan mengamankan 14 kursi. Adapun partai politik Yahudi Ultraortodoks, Shas, dan Partai Persatuan Nasional yang dikomandoi Menteri Pertahanan Benny Gantz, masing-masing mendapatkan 12 kursi. 

Berikutnya, Partai Yahudi Torah Bersatu yang beraliran konservatif mendapatkan delapan kursi, sedangkan Partai Yisrael Beytenu pimpinan Menteri Keuangan Avigdor Lieberman mengamankan lima kursi. Begitu pula dengan Partai Arab Hadash–Ta'al dan Adapun Partai Persatuan Arab (Ra'am), masing-masing juga mendapatkan lima kursi. 

Adapun Partai Buruh Israel memperoleh empat kursi. Sementar itu, partai sayap kiri Meretz tidak mencapai ambang batas pemilihan parlemen alias parliamentary threshold. Begitu pula dengan partai politik Arab lainnya, Balad.

Dalam skenario ini, Netanyahu dapat membentuk koalisi agama sayap kanan dengan mitra tradisionalnya, yang didukung oleh mayoritas parlemen dari 69 kursi.

Komisi Pemilihan Pusat Israel berencana untuk menyelesaikan proses penghitungan surat suara pada Kamis (3/11/2022) besok.

Israel menggelar pemilu pada Selasa (1/11/2022) kemarin. Ini adalah pemilu kelima yang digelar negara itu dalam tiga setengah tahun terakhir, akibat kegagalan kelompok politik di parlemen membentuk koalisi yang stabil.

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda