Pemilu Israel: Partai-Partai Arab Catat Sejarah Raih 18 Kursi, Penentu Tamatnya Netanyahu?
Tingginya partisipasi pemilih Arab mendorong peningkatan representasi mereka di parlemen. Dua kelompok utama yang mewakili pemilih Arab, Ra'am dan Joint List, diproyeksikan meraih total 17-18 kursi.
Menurut laporan, partai-partai Arab tersebut terbuka untuk memberikan dukungan kepada oposisi, meski mereka belum tentu bergabung secara langsung dalam pemerintahan koalisi.
Nasib Netanyahu Belum Sepenuhnya Berakhir
Meski exit poll menunjukkan blok Netanyahu tertinggal, hasil tersebut belum otomatis mengakhiri masa jabatannya. Dalam sistem parlementer Israel, partai atau blok yang unggul dalam proyeksi kursi belum tentu langsung membentuk pemerintahan.
Presiden Israel Isaac Herzog nantinya akan berkonsultasi dengan partai-partai politik sebelum menunjuk kandidat yang dinilai memiliki peluang memperoleh dukungan mayoritas di Knesset.
Kebuntuan hasil pemilu bahkan masih dapat menguntungkan Netanyahu. Dia berpeluang tetap menjabat sebagai perdana menteri sementara, selama partai-partai bernegosiasi untuk membentuk koalisi baru.
Karena itu, keberhasilan oposisi mengakhiri pemerintahan Netanyahu akan sangat bergantung pada kemampuannya menyatukan dukungan lintas partai, termasuk menentukan bentuk kerja sama dengan partai-partai Arab.
Editor: Anton Suhartono