Pemilu Israel, Peneliti: Netanyahu Kalah Belum Tentu Hadirkan Perdamaian di Palestina
KHAN YOUNIS, iNews.id - Pergantian pemerintahan di Israel berpotensi memengaruhi kebijakan terhadap Palestina, mulai dari penyaluran bantuan kemanusiaan dan gencatan senjata di Jalur Gaza hingga tekanan terhadap Otoritas Palestina di Tepi Barat. Namun, peneliti memperingatkan kemenangan oposisi tidak serta-merta membawa perubahan besar menuju perdamaian.
Peneliti Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri (ECFR), Beth Oppenheim, menilai pemerintahan Israel yang dipimpin tokoh oposisi Gadi Eisenkot berpotensi membatasi pengaruh kelompok sayap kanan yang mendukung perluasan permukiman Yahudi di wilayah Palestina.
Pemerintahan baru juga berpeluang mengurangi tekanan terhadap Otoritas Palestina serta mengambil pendekatan yang lebih fleksibel dalam persoalan bantuan kemanusiaan dan gencatan senjata di Gaza.
Meski demikian, Oppenheim mengingatkan agar warga Palestina tidak menaruh harapan terlalu tinggi terhadap pergantian kepemimpinan di Israel.
"Tidak akan ada perubahan besar," katanya, seperti dikutip dari AFP, Jumat (30/10/2026).