Pemilu Israel Tanpa Pemenang, Ini yang Akan Terjadi Selanjutnya
TEL AVIV, iNews.id - Pemilu parlemen Israel berakhir tanpa pemenang mutlak. Blok sayap kanan pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memang unggul dalam perolehan kursi, tetapi gagal mengamankan mayoritas untuk membentuk pemerintahan. Begitu pula kubu oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot.
Hasil akhir yang dirilis Komisi Pemilihan Umum Pusat Israel, Jumat (30/10/2026), menunjukkan blok Netanyahu meraih 53 kursi parlemen Knesset. Sementara itu, kubu oposisi utama pimpinan Eisenkot dan partai-partai Arab masing-masing mengantongi dukungan signifikan, dengan gabungan partai Arab mencatat rekor 19 kursi.
Dengan total 120 kursi Knesset, setiap blok membutuhkan sedikitnya 61 kursi untuk membentuk pemerintahan mayoritas. Artinya, baik Netanyahu maupun Eisenkot masih harus mencari dukungan dari partai lain untuk mengamankan kekuasaan.
Situasi ini membuka babak baru perebutan kekuasaan di Israel. Negosiasi politik diperkirakan berlangsung alot dalam beberapa pekan ke depan, bahkan berpotensi memakan waktu berbulan-bulan.
Salah satu pilihan paling sulit kini berada di tangan Eisenkot. Dia harus menentukan apakah akan menggandeng partai-partai Arab untuk membentuk pemerintahan alternatif dan mengakhiri kekuasaan Netanyahu, atau justru menerima kemungkinan bergabung dengan rival politiknya tersebut dalam pemerintahan persatuan nasional.