Pemimpin Hong Kong Peringatkan Beratnya Hukuman bagi Pelanggar UU Keamanan

Anton Suhartono ยท Selasa, 07 Juli 2020 - 11:42 WIB
Pemimpin Hong Kong Peringatkan Beratnya Hukuman bagi Pelanggar UU Keamanan

Carrie Lam (Foto: AFP)

HONG KONG, iNews.id - China telah mengesahkan UU keamanan nasional yang kontroversial di Hong Kong dan langsung diterapkan.

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam menegaskan semangatnya dalam mengimplementasikan UU tersebut demi mengembalikan stabilitas wilayah semiotonomi itu setelah diguncang demonstrasi besar setahun terakhir.

Dalam konferensi pers, Selasa (7/7/2020), Lam memperingatkan kepada siapa saja yang melanggar akan menghadapi hukuman berat.

"Pemerintah Hong Kong akan dengan penuh semangat menerapkan undang-undang ini. Saya memperingatkan orang-orang radikal untuk tidak mencoba melanggar hukum ini atau melewati garis merah, karena konsekuensi dari pelanggaran hukum ini sangat serius,” ujarnya, dikutip dari AFP.

Dia kembali menepis tuduhan bahwa UU akan membungkam atau membatasi kebebasan 7,5 juta warganya dalam berpendapat dan menyampaikan ekspresi.

"Tentunya ini bukan malapetaka dan kesuraman bagi Hong Kong. Saya yakin dengan berlalunya waktu, kepercayaan akan tumbuh di 'Satu Negara, Dua Sistem' dan masa depan Hong Kong," tuturnya.

Dia juga menolak anggapan bahwa UU membuat warga resah, justru dibuat untuk melindungi kebebasan mayoritas.

"Saya belum melihat ketakutan yang meluas di antara warga Hong Kong dalam sepekan terakhir. Undang-undang keamanan nasional ini sebenarnya relatif ringan,” tuturnya.

UU keamanan nasional merupakan perubahan paling radikal di Hong Kong sejak wilayah itu diserahkan dari Inggris ke China pada 1997.

Aturan ini menargetkan pelaku kejahatan di bawah empat kategori: subversi, pemisahan diri, terorisme, serta berkolusi dengan kekuatan asing.

Pemerintah Hong Kong menjelaskan menyuarakan kemerdekaan atau pemberlakuan otonomi lebih besar bagi kota tersebut, sejak UU disahkan, merupakan kegiatan melanggar hukum.

Sejak UU disahkan pekan lalu, setidaknya 10 orang sudah ditangkap.

Editor : Anton Suhartono