Pemimpin Tertinggi Iran: Serangan AS Akan Picu Perang Timur Tengah!
Khamenei menyebut demonstrasi yang merenggut ribuan nyawa itu sebagai pemberontakan, istilah yang sebelumnya dia gunakan untuk Gerakan Hijau 2009 serta aksi rusuh lainnya.
“Pemberontakan baru-baru ini mirip dengan kudeta. Tentu saja, kudeta itu telah ditumpas. Tujuan mereka adalah menghancurkan pusat-pusat penting dan efektif yang terlibat dalam menjalankan pemerintahan," ujarnya.
Demonstrasi di Iran dimulai pada 28 Desember 2025 setelah para pemilik toko Pasar Besar Teheran melakukan mogok akibat memburuknya kondisi ekonomi serta anjloknya nilai tukar mata uang rial.
Namun, demonstrasi dengan cepat menyebar ke kota-kota lain disertai dengan kerusuhan. Aksi unjuk rasa semakin brutal setelah Iran memutus layanan internet dan telekomunikasi.
Editor: Anton Suhartono