Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Ungkap MBG Capai 55 Juta Penerima dalam Setahun, Lebih Cepat dari Brasil
Advertisement . Scroll to see content

Penambang Ilegal Bawa Covid-19, Suku Asli Amazon Merasa Terancam Punah

Rabu, 03 Juni 2020 - 07:53:00 WIB
Penambang Ilegal Bawa Covid-19, Suku Asli Amazon Merasa Terancam Punah
Hutan Amazon (ilustrasi). (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

BRASILIA, iNews.id – Masyarakat adat Yanomami menuntut Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, segera mengusir penambang emas ilegal dari wilayah mereka. Suku asli di pedalam hutan Amazon itu ingin pemerintah mengambil langkah tegas demi melindungi komunitas mereka dari penyebaran virus corona (Covid-19).

Sejauh ini, tiga penduduk Yanomami telah meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19. Ada kekhawatiran yang berkembang bahwa pandemi virus corona dapat memusnahkan ribuan dari total 27.000 orang Yanomami di Brasil, jika mereka secara luas terpapar penyakit itu.

"Para penambang memasuki tanah adat Yanomami dengan kontaminasi Covid-19,” ujar pemimpin Asosiasi Hutukara Yanomami, Dario Kopenawa, dikutip AFP, Rabu (3/6/2020).

“Ini adalah situasi yang sangat serius bagi Yanomami dan itulah sebabnya kami berkampanye sehingga orang-orang nonpribumi khawatir tentang situasi kami. Virus corona dapat membunuh banyak orang Yanomami,” tuturnya.

Sampai hari ini, ada 76 komunitas suku Amazon yang telah melaporkan kasus Covid-19, dengan total 1.747 kasus infeksi dan 167 kasus kematian, menurut asosiasi masyarakat adat Brasil.

Sebuah petisi daring pun diluncurkan dengan dukungan dari organisasi hak asasi manusia Brasil dan internasional. Mereka berusaha mengumpulkan 100.000 tanda tangan untuk meminta tindakan tegas pemerintah terhadap para penambang ilegal di Amazon.

Organisasi seperti Survival International dan kelompok hak masyarakat asli Brasil Instituto Socioambiental (ISA) memperkirakan, ada sekiatar 20.000 penambang ilegal beroperasi di wilayah Yanomami. Wilayah hutan Amazon itu memiliki luas sekitar 96.000 kilometer persegi.

Perambahan oleh penambang ilegal adalah masalah yang sudah berulang kali terjadi di Brasil. “Akan tetapi, dengan adanya pandemi ini, masalahnya sekarang menjadi semakin mendesak,” kata peneliti ISA, Antonio Oviedo.

Sebuah studi yang dilakukan Universitas Minas Gerais baru-baru ini menunjukkan, sebanyak 40 persen orang Yanomami yang tinggal dekat dengan daerah pertambangan berisiko terinfeksi virus corona. Sementara, para penambang menjadi semakin berani berbuat semena-semena karena sikap Presiden Bolsonaro yang membela eksploitasi tanah adat.

“Konteks politik sama sekali tidak menguntungkan. Kami memiliki Menteri Lingkungan Hidup (Ricardo Salles) yang melihat pandemi sebagai kesempatan untuk meloloskan undang-undang yang melemahkan perlindungan lingkungan. Tetapi di sisi lain, adalah tanggung jawab negara untuk menghentikan kegiatan ilegal dan kriminal ini,” kata Oviedo.

Per hari ini, lebih dari 500.000 kasus infeksi Covid-19 terkonfirmasi di Brasil. Dari jumlah itu, hampir 30.000 di antaranya adalah kasus kematian. Brasil menjadi negara dengan dampak pandemi Covid-19 terburuk kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut