Rekor Lagi di Brasil, 33.274 Orang Terinfeksi Corona dalam Sehari

Ahmad Islamy Jamil ยท Minggu, 31 Mei 2020 - 08:04 WIB
Rekor Lagi di Brasil, 33.274 Orang Terinfeksi Corona dalam Sehari

Karyawan hotel di Brasil mengenakan alat pelindung diri (APD) saat bekerja. (Foto: AFP)

BRASILIA, iNews.idBrasil mencatatkan rekor pertambahan 33.274 kasus baru virus corona (Covid-19) dalam sehari pada Sabtu (30/5/2020). Dengan begitu, total kejadian infeksi Covid-19 di Brasil per hari ini mencapai 498.440 kasus, menjadikannya sebagai salah satu negara dengan kondisi wabah terburuk di dunia.

Adapun jumlah pasien Covid-19 meninggal dunia di Brasil juga meningkat menjadi 28.834 jiwa. Jumlah itu diperoleh setelah Kementerian Kesehatan setempat mencatatkan 956 kasus kematian baru akibat wabah virus corona dalam 24 jam terakhir, menurut Reuters.

Brasil berada di urutan kedua setelah Amerika Serikat dalam daftar negara dengan jumlah pasien infeksi corona terbanyak di dunia. Sementara, dari jumlah kematian akibat wabah asal China itu, Brasil berada urutan keempat, menyalip Prancis yang memiliki total kematian 28.771 pasien corona sejauh ini.

Negara-negara bagian di Brasil sedang bersiap untuk melonggarkan pembatasan karantina wilayah (lockdown) meskipun ada peringatan dari para ahli kesehatan masyarakat bahwa gelombang terburuk pandemi masih berpeluang untuk muncul di Amerika Latin.

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, mendapat kritik secara luas karena buruknya cara penanganannya terhadap wabah. Di samping itu, dia juga sedang berada di pusat krisis politik yang mendalam.

Elektabilitas politikus berlatar belakang pensiunan militer itu pun mengalami penurunan akibat sikap keras kepalanya menentang langkah-langkah pembatasan sosial yang dikeluarkan negara-negara bagian. Keputusannya mendukung obat antimalaria klorokuin bagi pasien Covid-19 pun tak terbukti mujarab.

Belum lagi perselisihannya dengan para pejabat kesehatan publik yang berpengalaman, semakin membuat penanganan wabah corona makin amburadul. Jumlah kasus infeksi dan kematian akibat corona yang sebenarnya di Brasil mungkin lebih tinggi dari angka yang diperkirakan. Ini karena negara Amerika Latin dengan perekonomian tertinggi itu dianggap terlalu lamban untuk meningkatkan pengujian corona secara massal.

Editor : Ahmad Islamy Jamil