Pendatang Asal Indonesia Jadi Salah Satu Sumber Penularan Covid-19 di Beijing
BEIJING, iNews.id - Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Beijing, China, mengungkap kasus baru COVID-19 di Distrik Shunyi dalam beberapa hari terakhir. Sumbernya ternyata seseorang yang baru tiba dari Indonesia.
Melalui analisis sekuen genome secara keseluruhan, virus corona yang ditemukan sangat terkait dengan strain yang ditemukan di Asia Tenggara pada November 2020.
CDC menetapkan sumber penularan berasal dari orang tanpa gejala asal Indonesia yang pertama kali ditemukan pada Senin (28/12/2020).
Orang tanpa gejala asal Indonesia itu tiba di Beijing pada 10 Desember berbekal sertifikat hasil tes PCR (nukleat) negatif. Dia sempat menjalani karantina selama 14 hari di Provinsi Fujian.
Setelah menyelesaikan karantina, pasien tersebut tinggal di Distrik Shunyi, tidak jauh dari Bandara Beijing (BCIA).
Meskipun adanya kasus ini, Indonesia belum masuk dalam daftar larangan masuk di China, seperti diberlakukan terhadap Inggris, Prancis, serta beberapa negara Eropa lainnya.
Juru Bicara Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) Hu Qiangqiang mengatakan, selama Desember berjalan ini tercatat 104 warga lokal terinfeksi Covid-19 atau naik 76,3 persen dibandingkan November.
Sementara itu di Beijing, Distrik Shunyi dan Chaoyang terdampak paling parah.
Selain Beijing, Kota Shenyang di Provinsi Liaoning juga menghadapi situasi sama. Pengetatan pengendalian dan pencegahan epidemi diterapkan di kedua kota itu.
Beijing menerapkan karantina wajib selama 14+7 hari. Pengawasan selama 21 hari terhadap orang-orang yang baru tiba dari luar negeri pun ditingkatkan.
Di Shenyang, orang yang baru tiba dari luar negeri harus menjalani tes swab setiap 3 hari selama 21 hari.
Editor: Anton Suhartono