Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Geram! Purbaya bakal Gerebek Perusahaan Baja China yang Rugikan Negara Triliunan Rupiah
Advertisement . Scroll to see content

Pendatang Asal Indonesia Jadi Salah Satu Sumber Penularan Covid-19 di Beijing 

Kamis, 31 Desember 2020 - 14:09:00 WIB
Pendatang Asal Indonesia Jadi Salah Satu Sumber Penularan Covid-19 di Beijing 
Penularan kasus Covid-19 di Beijing salah satunya bersumber dari pendatang asal Indonesia (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id - Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Beijing, China, mengungkap kasus baru COVID-19 di Distrik Shunyi dalam beberapa hari terakhir. Sumbernya ternyata seseorang yang baru tiba dari Indonesia.

Melalui analisis sekuen genome secara keseluruhan, virus corona yang ditemukan sangat terkait dengan strain yang ditemukan di Asia Tenggara pada November 2020.

CDC menetapkan sumber penularan berasal dari orang tanpa gejala asal Indonesia yang pertama kali ditemukan pada Senin (28/12/2020).

Orang tanpa gejala asal Indonesia itu tiba di Beijing pada 10 Desember berbekal sertifikat hasil tes PCR (nukleat) negatif. Dia sempat menjalani karantina selama 14 hari di Provinsi Fujian.

Setelah menyelesaikan karantina, pasien tersebut tinggal di Distrik Shunyi, tidak jauh dari Bandara Beijing (BCIA).

Meskipun adanya kasus ini, Indonesia belum masuk dalam daftar larangan masuk di China, seperti diberlakukan terhadap Inggris, Prancis, serta beberapa negara Eropa lainnya.

Juru Bicara Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) Hu Qiangqiang mengatakan, selama Desember berjalan ini tercatat 104 warga lokal terinfeksi Covid-19 atau naik 76,3 persen dibandingkan November.

Sementara itu di Beijing, Distrik Shunyi dan Chaoyang terdampak paling parah.

Selain Beijing, Kota Shenyang di Provinsi Liaoning juga menghadapi situasi sama. Pengetatan pengendalian dan pencegahan epidemi diterapkan di kedua kota itu.

Beijing menerapkan karantina wajib selama 14+7 hari. Pengawasan selama 21 hari terhadap orang-orang yang baru tiba dari luar negeri pun ditingkatkan.

Di Shenyang, orang yang baru tiba dari luar negeri harus menjalani tes swab setiap 3 hari selama 21 hari.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut