Peneliti Thailand Temukan Fosil Paus Langka dalam Kondisi Hampir Sempurna

Arif Budiwinarto · Jumat, 04 Desember 2020 - 22:00:00 WIB
Peneliti Thailand Temukan Fosil Paus Langka dalam Kondisi Hampir Sempurna
Seorang peneliti Thailand bersama fosil tulang belakang Paus Bryde yang baru saja ditemukan. Penemuan terbaru terbilang amat langka. (foto: Reuters)

BANGKOK, iNews.id - Peneliti Thailand telah menemukan kerangka langka setengah fosil Paus Bryde yang diyakini berusia sekitar 5.000 tahun di sebuah situs yang terletak di pedalaman barat Bangkok. 

Kerangka sepanjang 12,5 meter itu ditemukan pada awal November oleh seorang pengendara sepeda yang melihat bagian dari tulang belakang yang keluar dari tanah. Penggalian telah berlangsung sejak itu.

"Kerangka paus ini diperkirakan satu-satunya di Asia," kata Pannipa Saetian, ahli geologi di divisi Perlindungan Fosil di Departemen Sumber Daya Mineral dikutip dari Channel News Asia, Jumat (4/12/2020). 

Pannipa memperkirakan sekitar 90 persen kerangka paus Bryde langka telah ditemukan lewat penggalian, termasuk sekitar 36 tulang punggung, 

"Sangat jarang menemukan penemuan seperti itu dalam kondisi yang hampir sempurna," lanjutnya. 

"Kemarin kami menemukan bahu dan sirip kanan." 

"Tulang-tulang itu perlu diberi penanggalan karbon untuk menentukan usia yang tepat dari kerangka itu," ucapnya. 

Seorang peneliti perempuan asal Thailand memperlihatkan gambar perbandingan ukuran manusia dengan tubuh Paus Bryde. (foto: Reuters)
Seorang peneliti perempuan asal Thailand memperlihatkan gambar perbandingan ukuran manusia dengan tubuh Paus Bryde. (foto: Reuters)

Setelah dibersihkan dan diawetkan, kerangka-kerangka rapuh tersebut akan dipamerkan. 

Para ilmuwan berharap kerangka itu akan memberikan lebih banyak informasi untuk membantu penelitian populasi paus Bryde yang ada saat ini serta kondisi geologi di masa prasejarah. 

Paus Bryde, terkadang dikenal sebagai paus tropis karena preferensi mereka untuk perairan yang lebih hangat, ditemukan di perairan pesisir di beberapa bagian Samudra Hindia, Pasifik, dan Atlantik, termasuk di Teluk Thailand.

Editor : Arif Budiwinarto

Bagikan Artikel: