Penembakan di Pangkalan AL Florida Tewaskan 3 Orang, AS Selidiki Motif Pelaku

Nathania Riris Michico ยท Sabtu, 07 Desember 2019 - 21:47 WIB
Penembakan di Pangkalan AL Florida Tewaskan 3 Orang, AS Selidiki Motif Pelaku

Suasana di Pensacola Naval Air Station setelah penembakan pada 06 Desember 2019 di Pensacola, Florida. (foto: Josh Brasted / Getty Images / AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Otoritas Amerika Serikat (AS) kini tengah menyelidiki motif penembakan brutal di Pangkalan Angkatan Laut (AL) AS di Pensacola, Florida, yang menewaskan tiga orang. Pelaku yang juga tewas, merupakan personel Angkatan Udara Arab Saudi diungkap bernama Mohammed Saeed Alshamrani.

Dilaporkan Associated Press, Sabtu (7/12/2019), identitas pelaku penembakan diungkap oleh seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya karena tidak berwenang membahas isu ini ke publik. Biro Investigasi Federal (FBI) menolak menyebut identitas pelaku karena penyelidikan masih berlangsung.

Disebutkan pejabat AS itu, Alshamrani yang berpangkat Letnan II ini merupakan aviation officer pada Angkatan Udara Saudi. Dia diketahui sedang mengikuti pelatihan di sekolah penerbangan yang ada di Naval Air Station Pensacola.

Ratusan personel militer internasional dari berbagai negara diketahui mengikuti pelatihan di pangkalan tersebut. AS diketahui sejak lama menjalankan program pelatihan yang solid untuk personel militer Saudi.

Tercatat hingga pekan ini, ada lebih dari 850 tentara Saudi yang mengikuti berbagai pelatihan di AS. Para tentara Saudi itu merupakan bagian dari 5 ribu tentara dari 153 negara yang mengikuti pelatihan militer di AS.

Pada Jumat (6/12) pagi waktu setempat, Alshamrani melepas tembakan di dalam salah satu ruang kelas di kompleks pangkalan militer tersebut. Aksi penembakan itu berakhir saat seorang deputi sheriff setempat menembak mati Alshamrani.

Tiga orang tewas dalam penembakan itu.

Sekitar 12 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk dua deputi sheriff yang pertama mendatangi lokasi penembakan. Sheriff Escambia County, David Morgan, menyebut salah satu deputi tertembak di lengan dan satu deputi lainnya tertembak di lutut.

Keduanya diperkirakan akan pulih meski terkena tembakan.

Otoritas penegak hukum AS kini tengah menyelidiki latar belakang Alshamrani melakukan penembakan brutal tersebut. Otoritas AS juga menyelidiki apakah aksi penembakan ini berkaitan dengan terorisme.

Pentagon menyebut pelaku penembakan itu mengikuti pelatihan militer di AS dengan didanai oleh otoritas Saudi. Disebutkan bahwa Alshamrani mulai ikut pelatihan pada Agustus 2017 lalu dan dijadwalkan selesai pada Agustus mendatang.

Selama berada di AS, pelatihan militer yang diikuti Alshamrani termasuk pelatihan pilot awal, penerbangan dasar, dan pelatihan bahasa Inggris.

Pentagon menegaskan, setiap tentara asing yang ikut pelatihan di AS sudah melalui proses pemeriksaan. Lebih lanjut, Pentagon menyebut pemeriksaan itu termasuk screening untuk setiap aktivitas narkoba, dukungan untuk organisasi teroris, korupsi dan tindak kriminal.
Mereka yang gagal dalam pemeriksaan tidak akan mendapatkan izin bepergian internasional.

Menurut pejabat AS yang enggan disebut namanya, FBI yang juga tengah menyelidiki postingan media sosial (medsos) milik pelaku dan menyelidiki apakah pelaku bertindak sendirian atau terkait dengan kelompok yang lebih luas. FBI enggan mengomentari soal dugaan motif di balik penembakan ini.

"Ada banyak laporan yang beredar, namun FBI hanya mengurusi fakta. Ini masih menjadi investigasi yang aktif dan tengah berlangsung," sebut Agen Khusus FBI, Rachel L Rojas.

Editor : Nathania Riris Michico