Pengadilan Militer AS Dakwa Hambali terkait Bom Bali dan Hotel JW Marriott

Anton Suhartono ยท Jumat, 22 Januari 2021 - 14:17:00 WIB
Pengadilan Militer AS Dakwa Hambali terkait Bom Bali dan Hotel JW Marriott
Hambali (Foto: Reuters)

Tidak dijelaskan mengapa tuntutan yang sempat tertunda bertahun-tahun ini baru diumumkan pada Kamis (21/1/2021) atau sehari setelah pelantikan Joe Biden.

Jaksa militer AS pada 2016 menolak permintaan Hambali agar dibebaskan dari Guantanamo. Alasannya Hambali masih membahayakan dan berpotensi memberikan ancaman signifikan bagi keamanan Amerika Serikat.

Barack Obama dan Biden, saat itu menjabat wakil presiden, berusaha menutup penjara yang dikelola Angkatan Laut AS di Teluk Guantanamo. Saat itu ada beberapa tahanan tersisa.

Pemeritnahan AS setelah Obama, Donald Trump, juga tidak menunjukkan minat terhadap Guantanamo sehingga statusnya menggantung. Hingga saat ini hanya sedikit kemajuan yang dicapai terkait status 40 tahanan yang tersisa, termasuk tokoh Al Qaeda dan perencana serangan 11 September, Khalid Sheikh Mohammed.

Di masa puncaknya, penjara Guantanamo menahan 780 orang hasil dari perang melawan teror yang dilakukan AS di berbagai negara. Sebagian besar telah dibebaskan dan dikembalikan ke negara masing-masing.

Editor : Anton Suhartono