Pengeboman di Masjid Pakistan Itu Perbuatan Nista dan Terkutuk!
JAKARTA, iNews.id – Pengeboman di masjid Pakistan pada awal pekan ini menewaskan 100 orang. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan perbuatan itu nista dan terkutuk, karena tidak saja melanggar ajaran agama, tapi juga menistakan kemanusiaan.
“Ini adalah dosa besar,” ungkap Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, di Jakarta, Rabu (1/2/2023).
MUI menyampaikan ucapan duka dan belasungkawa pada semua keluarga korban dan Pemerintah Pakistan. “Insya Allah, mereka yang wafat saat melakukan ibadah shalat dimasukkan dalam surga-Nya sebagai syuhada,” kata dia.
Sudarnoto menuturkan, spekulasi yang berkembang menunjuk kelompok garis keras yang selama ini berhadapan dengan pemerintah, yaitu Tahreek-e Taliban Pakistan, sebagai pelaku bom bunuh diri itu. Kelompok tersebut disinyalir terinspirasi oleh Taliban di Afghanistan yang berhasil merebut kekuasaan.
Foto Bom Meledak di Masjid Pakistan, Banyak Polisi Terkubur Reruntuhan
Sukses Taliban Afghanistan itu, kata Sudarnoto, menjadi inspirasi dan motivasi bagi Taliban Pakistan. “Kelompok ISIS juga dianggap bertanggung jawab atas bom bunuh diri di masjid (tersebut),” ujar Sudarnoto, seraya menambahkan bahwa ideologi ISIS adalah kekhalifahan global.
ISIS di Khurasan (ISIS-K), kata dia, juga melakukan teror dan pengeboman di masjid Syiah di Afghanistan beberapa hari setelah Taliban berhasil menguasai Afghanistan.
Sesuai Perjanjian 2 Negara, Pakistan Serahkan Daftar Fasilitas Nuklir ke India
Kelompok ini dinilai memanfaatkan situasi politik dan keamanan yang memburuk di Pakistan untuk kepentingan ideologi mereka dengan tindakan teror di Pakistan, kata Sudarnoto.
India Bakal Tempatkan Rudal Balistik Taktis Baru di Perbatasan dengan Pakistan dan China
Bagi MUI, siapa pun pelakunya dan apa pun motifnya, tindakan bunuh diri sekaligus membunuh, menyengsarakan orang banyak, dan merusak ketenteraman, apalagi di tempat ibadah, adalah tindakan pengecut dan tercela, katanya. Tidak ada alasan sedikit pun untuk membenarkan tindakan brutal ini.
Sudarnoto mengatakan, pengebom masjid adalah teroris, ekstremis, dan musuh bersama semua orang. “Saya ingin mengingatkan semua orang, apa pun agama dan bangsanya, agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan muncul dan berkembangnya kelompok teroris dan ekstremis ini. Kelompok ini bisa muncul di mana-mana,” tuturnya.
Hubungan India-Pakistan Makin Runyam usai 2 Menlu Saling Serang di PBB
Editor: Ahmad Islamy Jamil