Pengiriman Jutaan Selebaran Propaganda Korut ke Korsel Bisa Picu Bentrokan Militer

Anton Suhartono ยท Senin, 22 Juni 2020 - 13:03 WIB
Pengiriman Jutaan Selebaran Propaganda Korut ke Korsel Bisa Picu Bentrokan Militer

Pengiriman 12 juta selebaran propaganda Korut ke Korsel bisa picu bentrokan militer (Foto: KCNA via AP)

SEOUL, iNews.id - Korea Selatan (Korsel) mendesak Korea Utara (Korut) untuk membatalkan pengiriman selebaran propaganda melalui perbatasan.

Ada 12 juta selebaran anti-Korsel yang akan disebar melalui udara menggunakan 3.000 balon serta alat lain sebagai respons dari tindakan serupa yang dilakukan pembelot serta aktivis sebulan terakhir.

Mereka menerbangkan selebaran ke wilayah Korut melalui perbatasan juga menggunakan balon udara. Selain itu ada pula yang dihanyutkan dengan dimasukkan ke dalam botol.

Kemarahan Korut memuncak pada pekan lalu dengan meledakkan kantor penghubung dengan Korsel di perbatasan.

Beberapa pengamat mengatakan kondisi cuaca tidak menguntungkan bagi Korut untuk menerbangkan balon propaganda ke Korsel. Ada kemungkinan Korut menggunakan drone sehingga bisa memicu bentrokan. Penggunaan drone bisa dikategorikan sebagai pelanggaran wilayah.

Selain menyebar selebaran propaganda, Pemerintah Korut juga akan membatalkan kesepakatan yang diteken pemimpin kedua negara pada 2018 untuk meredakan ketegangan di perbatasan.

Juru Bicara Kementerian Unifikasi Korsel Yoh Sangkey, dikutip dari Associated Press, Selasa (22/6/2020), mengatakan Korut harus menangguhkan rencananya karena sama sekali tidak membantu untuk mengurangi ketegangan hubungan antar-Korea.

Menteri Pertahanan Korsel Jeong Kyeong Doo mengatakan, jajarannya siap merespons uapaya Korut bergantung pada jenis peralatan yang akan digunakan untuk mengirim selebaran.

Pada 2018, Presiden Moon Jae In dan pemimpin Kim Jong Un sepakat menghentikan permusuhan satu sama lain di sepanjang perbatasan, termasuk perang psikologis seperti pengiriman selebaran propaganda maupun dalam bentuk siaran.

Namun perjanjian itu tidak secara jelas menyebutkan apakah berlaku juga bagi warg sipil. Para aktivis Korsel memanfaatkan celah itu dengan menerbangkan balon besar yang membawa selebaran-selebaran propabanda beriisi program nuklir Korut serta catatan pelanggaran HAM.

Editor : Anton Suhartono