Penikaman di Bekas Kantor Charlie Hebdo Disebut Kasus Terorisme, 7 Orang Ditahan
PARIS, iNews.id - Seorang pria tersangka utama penikaman di luar bekas kantor tabloid Charlie Hebdo di Paris, Prancis, Jumat (25/9/2020), ditangkap.
Petugas juga mendapati pisau daging yang diduga digunakan pelaku menyerang hingga melukai dua orang.
Peristiwa ini terjadi 3 pekan setelah pengadilan Prancis menggelar sidang perdana serangan ke kantor redaksi surat kabar yang menjadi sorotan dunia lantaran menerbitkan kartun Nabi Muhammad SAW itu.
Serangan pada 7 Januari 2015 itu menewaskan 12 orang, termasuk beberapa kartunis kenamaan Prancis.
Al-Qaeda Ancam Bunuh Staf Charlie Hebdo karena Cetak Ulang Kartun Nabi Muhammad
Kantor jaksa penuntut spesialis anti-teror PNAT Prancis membuka penyelidikan atas tuduhan percobaan pembunuhan terkait kelompok teroris serta persekongkolan dengan teroris.
Sejauh ini polisi menahan tujuh orang, termasuk tersangka utama.
Habis dalam Sehari, Charlie Hebdo Cetak Ulang Kartun Nabi Muhammad 200.000 Eksemplar
Perdana Menteri Prancis Jean Castex yang mengunjungi tempat kejadian mengatakan, nyawa dua korban tidak dalam bahaya. Keduanya, laki-laki dan perempuan, merupakan karyawan yang sedang istirahat di luar kantor dengan merokok.
Lokasi yang menjadi sasaran serangan merupakan bekas kantor Charlie Hebdo. Alamat barunya dirahasiakan.
Al-Azhar: Charlie Hebdo Menanamkan Kebencian dan Mengobarkan Emosi Umat
Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengatakan serangan tersebut merupakan tindakan terorisme.
"Ini merupakan serangan berdarah terbaru di negara kami," kata Darmanin, kepada stasiun televisi France 2.
Charlie Hebdo dikecam umat Islam seluruh dunia karena selama bertahun-tahun menerbitkan kartun Nabi Muhammad. Surat kabar itu menerbitkan ulang kartun Nabi Muhammad baru-baru ini seiring dengan dimulainya persidangan kasus penyerangan kantor redaksinya.
Editor: Anton Suhartono